Tata Usaha

Memberi Secara Utuh

Matius 22:15-22 “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” adalah ungkapan untuk menggambarkan seorang anak yang tidak berbeda jauh dari orangtuanya. Setiap anak setidaknya memiliki satu kemiripan dengan orang tuanya, baik dari bentuk wajah, kepribadian, cara berpikir, pola dan gaya hidup. Tapi, kemiripan bukanlah sebuah jaminan bahwa antar keluarga kemudian dapat hidup rukun dan damai, konflik

Memberi Secara Utuh Read More »

Diundang Untuk Bersukacita

Matius 22:1-14 Cerita Injil hari ini adalah sebuah perumpamaan yang berisi tentang perjamuan perkawinan anak raja. Perumpamaan ini ditujukan kepada imam-imam kepala dan orang-orang yang hendak menangkap Yesus (Mat. 21:45-46). Itu sebabnya perumpamaan ini tampak begitu keras. Kerasnya perumpamaan terlihat dari keputusan sang raja yang memerintahkan membunuh dan membakar kota orang-orang yang tidak mengindahkannya (ay.

Diundang Untuk Bersukacita Read More »

Antara Harapan dan Kenyataan

Yesaya 5:1-7 “Minggu depan coba lagi ya,” setidaknya ini yang bisa saya ucapkan dari perjalanan memilah-milah buah anggur. Hampir setiap minggu saya membeli buah anggur yang berbeda di swalayan atau toko buah yang berbeda. Minggu ini saya bisa membeli yang warna hitam, lalu minggu depan yang hijau, begitu terus saya mencoba berbagai macam buah anggur.

Antara Harapan dan Kenyataan Read More »

Saling Merendahkan Hati

Filipi 2:1-11 Konflik adalah sebuah keniscayaan. Konflik hadir di tengah-tengah komunitas, baik itu keluarga, gereja, maupun negara. Dari surat Paulus kepada jemaat Filipi, kita bisa menduga bahwa mereka juga tengah menghadapi konflik. Itu sebabnya Paulus mengatakan, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (ay. 5). Apapun penyebabnya,

Saling Merendahkan Hati Read More »