Tata Usaha

Mengampuni Tanpa Batas

Kej. 50:15-21; Mzm. 103:8-13; Rm. 14:1-12; Mat. 18:21-35 Tema minggu lalu, berdasarkan Matius 18:15-20, mengatakan seolah-olah pengampunan ada batasnya. Sebab kalau ada orang yang salah sudah ditegur empat mata, ditegur dengan membawa saksi, bahkan ditegur di hadapan jemaat tetap tidak mau juga mendengarkan, maka kita boleh memandang dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau

Mengampuni Tanpa Batas Read More »

TEGURAN YANG MEMULIHKAN

Yehezkiel 33:7-11, Mazmur 119:33-40, Roma 13:8-14, Matius 18:15-20 Dalam hidup bersama, bertegur-sapa adalah sebuah keniscayaan. Melalui bertegur-sapa itulah kita bisa membangun kehangatan dalam perjumpaan serta membuat kita semakin mengenal satu dengan yang lainnya. Namun sesungguhnya, bertegur-sapa bagi sebagian orang bukanlah perkara yang mudah. Bertegur-sapa menjadi semakin sulit ketika harus kita lakukan kepada orang yang tidak

TEGURAN YANG MEMULIHKAN Read More »

Hidup dalam Pola Pikir Allah

Yer. 15:15-21; Mzm. 26:1-8; Rm. 12:9-21; Mat. 16:21-28 Tema ibadah hari ini terinspirasi dari perkataan, lebih tepatnya teguran, Yesus kepada Petrus, “… sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia” (Mat. 16:23). Dengan membaca teguran itu, kita jangan cepat-cepat menghakimi Petrus. Mari kita bertanya terlebih dulu, apakah kita tahu apa

Hidup dalam Pola Pikir Allah Read More »

Menjadi Jembatan Bagi Bangsaku

Yes. 56:1, 6-8; Mzm. 67; Rm. 11:1-2a, 29-32; Mat. 15:21-28 Surat Roma mengingatkan umat penerima surat Roma tentang kemurahan Allah. Kemurahan itu dialami oleh bangsa Israel. Mereka adalah bangsa yang tidak taat. Namun, bangsa Israel “beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka” (ay. 30). Firman tidak mengatakan bahwa karena bangsa Israel tidak taat maka mereka mendapat kemurahan.

Menjadi Jembatan Bagi Bangsaku Read More »