Renungan

Saling Merendahkan Hati

Filipi 2:1-11 Konflik adalah sebuah keniscayaan. Konflik hadir di tengah-tengah komunitas, baik itu keluarga, gereja, maupun negara. Dari surat Paulus kepada jemaat Filipi, kita bisa menduga bahwa mereka juga tengah menghadapi konflik. Itu sebabnya Paulus mengatakan, “Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus” (ay. 5). Apapun penyebabnya, […]

Saling Merendahkan Hati Read More »

Mengampuni Tanpa Batas

Kej. 50:15-21; Mzm. 103:8-13; Rm. 14:1-12; Mat. 18:21-35 Tema minggu lalu, berdasarkan Matius 18:15-20, mengatakan seolah-olah pengampunan ada batasnya. Sebab kalau ada orang yang salah sudah ditegur empat mata, ditegur dengan membawa saksi, bahkan ditegur di hadapan jemaat tetap tidak mau juga mendengarkan, maka kita boleh memandang dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah atau

Mengampuni Tanpa Batas Read More »

TEGURAN YANG MEMULIHKAN

Yehezkiel 33:7-11, Mazmur 119:33-40, Roma 13:8-14, Matius 18:15-20 Dalam hidup bersama, bertegur-sapa adalah sebuah keniscayaan. Melalui bertegur-sapa itulah kita bisa membangun kehangatan dalam perjumpaan serta membuat kita semakin mengenal satu dengan yang lainnya. Namun sesungguhnya, bertegur-sapa bagi sebagian orang bukanlah perkara yang mudah. Bertegur-sapa menjadi semakin sulit ketika harus kita lakukan kepada orang yang tidak

TEGURAN YANG MEMULIHKAN Read More »

Hidup dalam Pola Pikir Allah

Yer. 15:15-21; Mzm. 26:1-8; Rm. 12:9-21; Mat. 16:21-28 Tema ibadah hari ini terinspirasi dari perkataan, lebih tepatnya teguran, Yesus kepada Petrus, “… sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia” (Mat. 16:23). Dengan membaca teguran itu, kita jangan cepat-cepat menghakimi Petrus. Mari kita bertanya terlebih dulu, apakah kita tahu apa

Hidup dalam Pola Pikir Allah Read More »

Menjadi Jembatan Bagi Bangsaku

Yes. 56:1, 6-8; Mzm. 67; Rm. 11:1-2a, 29-32; Mat. 15:21-28 Surat Roma mengingatkan umat penerima surat Roma tentang kemurahan Allah. Kemurahan itu dialami oleh bangsa Israel. Mereka adalah bangsa yang tidak taat. Namun, bangsa Israel “beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka” (ay. 30). Firman tidak mengatakan bahwa karena bangsa Israel tidak taat maka mereka mendapat kemurahan.

Menjadi Jembatan Bagi Bangsaku Read More »

ALKITAB PANDUKU – HIDUP SEBAGAI ANAK TUHAN

Daniel 1:1-21 Apa yang menyebabkan sebagian dari kita merasa bahwa Alkitab susah dipahami, sehingga lebih menjadikannya sebagai buku pengantar tidur dari pada panduan kehidupan? Apakah karena jumlahnya yang banyak sehingga tidak sanggup dibaca, atau karena kata-kata yang sulit dimengerti? Sungguh sangat disayangkan jika hal seperti ini dapat terjadi karena Alkitab adalah ‘Surat Cinta’ dari Pribadi

ALKITAB PANDUKU – HIDUP SEBAGAI ANAK TUHAN Read More »

Yesus Sang Sumber Berkat

Yes. 55:1-5; Mzm. 145; Rm. 9:1-5; Mat. 14:13-21 Tentang Yesus sebagai sumber berkat, tentu kita semua sudah tahu. Bahkan sebagai pengikut-Nya, kita semua dan gereja Tuhan juga dipanggil untuk menjadi berkat bagi dunia. Agar kita mampu menjadi berkat bagi dunia, kita perlu belajar kunci dari Yesus. Dari Yesus kita belajar, sebagaimana yang dinyatakan dalam Injil

Yesus Sang Sumber Berkat Read More »

Kerajaan Allah dalam Hal Kecil

1Raj. 23:5-12; Mzm. 119; Rm. 8:26-39; Mat. 13:31-33, 44-52 Bacaan Injil hari ini menuturkan empat perumpamaan. Sebagaimana perumpamaan Yesus lainnya, empat perumpamaan ini juga terkait dengan Kerajaan Allah. Perumpamaan pertama menceritakan tentang biji sesawi (Mat. 13:31-32). Biji sesawi yang kecil ternyata dapat menghasilkan pohon yang besar, sehingga burung-burung dapat hinggap dan bersarang padanya. Perumpamaan kedua

Kerajaan Allah dalam Hal Kecil Read More »