1Raj. 23:5-12; Mzm. 119; Rm. 8:26-39; Mat. 13:31-33, 44-52
Bacaan Injil hari ini menuturkan empat perumpamaan. Sebagaimana perumpamaan Yesus lainnya, empat perumpamaan ini juga terkait dengan Kerajaan Allah. Perumpamaan pertama menceritakan tentang biji sesawi (Mat. 13:31-32). Biji sesawi yang kecil ternyata dapat menghasilkan pohon yang besar, sehingga burung-burung dapat hinggap dan bersarang padanya.
Perumpamaan kedua berbicara tentang sedikit ragi namun mampu membuat tepung menjadi mengembang sehingga berubah menjadi roti yang nikmat untuk dimakan (Mat. 13:33). Perumpamaan ketiga menuturkan tentang penemuan harta terpendam dalam ladang sebuah ladang (Mat. 13:44). Begitu pentingnya harta itu sampai ia menjual seluruh harta miliknya untuk membeli ladang tersebut.
Perumpamaan keempat menggambarkan orang yang mencari mutiara yang berharga. Demi upayanya itu ia menjual seluruh harta miliknya (Mat. 13:45). Dari perumpamaan-perumpamaan ini, kita dapat memetik nilai- nilai yang menampakkan bagaimana kehidupan orang percaya sebagai warga Kerajaan Allah.
Pertama, seperti biji yang kecil yang bertumbuh dan berkembang hingga menjadi tempat bagi burung-burung untuk bersarang demikianlah orang yang menjadi warga Kerajaan Allah. Kehidupan imannya tidak statis melainkan bertumbuh dan berkembang. Di sini kita belajar bahwa orang percaya kepada Yesus dan menghidupi nilai-nilai Kerajaan Allah adalah orang yang mengalami pertumbuhan. Dampak pertumbuhan itu nyata ketika ia menjadi pembawa damai sejahtera bagi semua orang. Orang itu mampu menjadi tempat berteduh orang-orang lain yang membutuhkan kasih sayang Tuhan.
Kedua, seperti ragi yang kecil tetapi mengubah terigu yang banyak demikianlah yang terjadi pada orang yang percaya pada Tuhan Yesus dan hidup dalam nilai-nilai Kerajaan Allah. Ia sadarnya kecil dan tidak berarti. Namun, oleh kasih Allah ia mampu mengubah realitas besar yang berada jauh di luar jangkauannya. Seorang warga Kerajaan Allah sadar sekalipun ia hanya sendiri atau minoritas namun dapat mengubah kehidupan bersama di bumi ini menjadi lebih baik bagi semua.
Ketiga, seperti orang yang menjual harta miliknya demi harta terpendam atau mutiara yang berharga, demikianlah orang yang mengenal Yesus Kristus akan rela menjual seluruh ”harta miliknya” demi kepercayaannya kepada Yesus Kristus. Artinya, Yesus jauh lebih penting dari segala-galanya, termasuk harta benda yang selama ini dicari oleh semua manusia.
Sekarang mari kita bercermin dengan hidup kita, apakah hidup kita telah mencerminkan nilai-nilai Kerajaan Allah?
Pdt. Addi Soselia Patriabara

