Daniel 1:1-21
Apa yang menyebabkan sebagian dari kita merasa bahwa Alkitab susah dipahami, sehingga lebih menjadikannya sebagai buku pengantar tidur dari pada panduan kehidupan? Apakah karena jumlahnya yang banyak sehingga tidak sanggup dibaca, atau karena kata-kata yang sulit dimengerti? Sungguh sangat disayangkan jika hal seperti ini dapat terjadi karena Alkitab adalah ‘Surat Cinta’ dari Pribadi yang amat mengasihi kita.
Alkitab terdiri dari dua bagian besar, yakni Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Semua bagian ditulis oleh manusia. Allah telah memilih para penulis (dalam bahasa Yunani : hagiograf) dan Ia bekerja di dalam dan melalui mereka. Dalam tuntunan Roh Kudus, setiap kata ditulis menjadi sebuah sastra yang indah. Semua sastra ini dipadupadankan dalam kanon menjadi sebuah kesatuan.
Bentuk sastra dalam Alkitab ada beberapa, karena Alkitab berisikan berbagai macam hal seperti: hukum dan peraturan-peraturan, sejarah, puisi dan syair, kata-kata bijak dan peribahasa, ajaran, surat, dan tulisan-tulisan yang berisikan wahyu. Setiap bagian memiliki ciri khasnya masing-masing karena berada dalam bentuk sastra yang berbeda. Jenis-jenis sastra dalam setiap tulisan dipakai untuk mengemas pesan dan kebenaran yang hendak disampaikan oleh para penulis. Karena itu, setiap tulisan dalam Alkitab perlu dibaca menurut jenis sastra yang digunakan. Jenis sastra menjadi sebuah petunjuk bagaimana sebuah tulisan harus dibaca dan dipahami/ditafsir. Orang harus memperhatikan jenis sastra yang digunakan lalu menyelidiki apa yang disampaikan oleh para Hagiograf dan apa yang disampaikan Allah dengan kata-kata mereka. Kalau tidak, orang akan mengambil kesimpulan yang salah.
Dengan demikian, menjadi hal yang penting bagi kita untuk melihat jenis-jenis sastra yang terdapat dalam Alkitab, khususnya pada minggu ini kita akan melihat di Perjanjian Lama. Mayoritas dari kitab-kitab Perjanjian Lama ditulis dalam bahasa Ibrani, namun ada juga yang ditulis dalam bahasa Aram. Jumlah kitab dalam Perjanjian Lama adalah 39 yang tersusun dari: Kitab-kitab Taurat, kitab-kitab Sejarah, kitab-kitab Puisi dan Hikmat, kitab-kitab Nabi Besar, kitab-kitab Nabi Kecil. Beberapa kitab berbentuk narasi. Salah satunya adalah kitab Daniel yang hari ini kita baca.
Pdt. Windyarti Anggelina

