happy family together on field

Kasih melalui Kehadiran, Kata dan Sentuhan

Filipi 4:1-9

Allah adalah sumber kasih (1Yoh. 4:7). Jadi, untuk belajar mengasihi, kita perlu mengacu pada tindakan kasih Allah. Menariknya, kasih Allah kepada manusia disampaikan dengan cara yang berbeda-beda. Gambaran Alkitab kaya dengan bentuk kasih Allah yang berbeda. Mengapa? Karena manusia yang dikasihi Allah juga berada dalam keadaan yang berbeda. Itu sebabnya kita menjumpai dalam Alkitab Allah yang marah dan menghukum umat-Nya, Allah yang memberikan penghiburan melalui firman-Nya, Allah yang memberikan kebutuhan manusia, bahkan Allah yang hadir di dunia. Bentuk kasih Allah berbeda, tujuannya sama. Inilah yang penting bagi kita dalam belajar mengasihi: yaitu tujuannya.

Gary Chapman membantu kita dengan memperkenalkan lima bahasa cinta atau bahasa kasih manusia. Hari ini kita akan belajar tiga model bahasa cinta, yaitu kehadiran, kata, dan sentuhan. Kita akan membahasnya satu per satu dengan bingkai Filipi 4 sebagai acuan.

Pertama, kehadiran. Kehadiran adalah keberadaan diri kita bersama dengan orang yang kita kasih. Bagian ini disebut waktu berkualitas (quality time). Jadi kita tidak sekadar ada di depan orang itu, melainkan memusatkan perhatian kita kepadanya. Seluruh waktu kita tujukan kepada orang yang kita kasihi.  Dalam surat Filipi, keinginan Paulus untuk hadir disampaikan secara jelas (Flp. 2:24). Namun keadaannya yang tengah dipenjara membuatnya tak dapat datang (Flp. 1:14). Namun, Paulus mencoba hadir melalui Sunsugos (Flp. 4:3) dan surat yang dikirimkannya.

Bagi orang dengan memiliki bahasa cinta quality time, kehadiran itu masih dirasakan kurang. Pada orang yang membutuhkan quality time, HP dalam genggaman saat berkomunikasi dan LDR (Long Distance Relationship) menjadi pantangan.

Kedua, kata atau kata-kata. Kata atau kata-kata bukanlah sekadar bunyi melainkan ungkapan penuh makna. Bagian ini disebut kata-kata afirmatif (words of affirmation). Di sini kata memiliki peran penting bagi orang orang yang dikasihi. Itu sebabnya penggunaan kata-kata perlu mendapatkan perhatian. Kata-kata seperti apa? Kata-kata yang benar, mulia, adil, suci, manis, dan sedap didengar (Flp. 4:8). Pada orang yang membutuhkan words of affirmation, penggunaan kata-kata kasar, kritik yang tajam, juga bullying verbal menjadi penghalang bahkan menghasilkan luka.

Ketiga, sentuhan. Sentuhan adalah semua relasi yang bersifat fisik yang dilakukan dengan lemah lembut. Bagian ini disebut dengan physical touch. Manusia adalah makhluk yang membutuhkan sentuhan, entah banyak atau pun sedikit. Tanpa sentuhan, dapat dikatakan, tidak ada kehidupan. Tindakan fisik disebutkan Paulus dengan kalimat, “lakukanlah itu” (Flp. 4:9). Artinya, cinta kasih perlu dinyatakan secara terlihat dam dirasakan melalui tindakan fisik. Pada orang yang membutuhkan physical touch, kekerasan fisik adalah tindakan yang merusak atau menghancurkan.

 Marilah Kita Renungkan:

  1. Dari tiga bahasa cinta yang dibahas hari ini, apakah ada bahasa cinta yang dominan dalam diri Anda?
  2. Apakah dengan mengetahui bahasa cinta, Anda dapat tertolong dalam berelasi dengan orang lain?

Pdt. Addi Soselia Patriabara