Kejadian 21:8-21; Mazmur 86; Roma 6:1b-11; Matius 10:24-39
Ada masa dalam hidup ketika seseorang merasa sendirian menghadapi kesulitan. Doa terasa sepi, pertolongan tidak segera datang, dan keadaan seolah tidak berubah. Dalam saat seperti itu, muncul pertanyaan: “Apakah Tuhan masih melihat? Apakah Tuhan masih peduli?” Bacaan hari ini mengajak kita melihat bahwa di tengah sengsara, Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya.
Dalam bacaan pertama di Kejadian 21:8-21, kita melihat kisah Hagar dan Ismael yang menggambarkan pengalaman sangat menyakitkan. Mereka diusir dan pergi ke padang gurun dengan persediaan yang terbatas. Ketika air habis, Hagar meletakkan Ismael dan menjauh karena tidak sanggup melihat penderitaan anaknya. Situasi itu tampak seperti akhir dari segalanya—tidak ada rumah, tidak ada jalan keluar, tidak ada masa depan. Namun justru di titik paling gelap itulah Tuhan hadir. Allah mendengar tangisan Ismael dan memanggil Hagar. Tuhan membuka matanya untuk melihat sumber air yang sebelumnya tidak terlihat. Kisah ini menunjukkan bahwa sekalipun manusia merasa terlupakan, Tuhan tidak pernah kehilangan perhatian kepada mereka. Kehadiran-Nya sering kali tidak menghapus kesulitan seketika, tetapi membuka jalan untuk bertahan dan melangkah.
Dalam Roma 6:1b–11, Rasul Paulus membawa kita melihat dasar pengharapan yang lebih dalam lagi. Orang percaya dipersatukan dengan Kristus dalam kematian dan kebangkitan-Nya. Artinya, hidup kita tidak lagi ditentukan oleh kuasa dosa, penderitaan, atau keadaan yang menekan. Kristus telah melewati penderitaan dan keluar sebagai pemenang. Karena itu, ketika kita mengalami masa sukar, kita tidak berjalan sendirian. Ada Kristus yang telah lebih dahulu menanggung penderitaan dan kini memberikan hidup yang baru.
Yesus juga berbicara dengan sangat jujur dalam Matius 10:24–39. Mengikut Dia bukan jalan tanpa tantangan. Akan ada penolakan, kesalahpahaman, bahkan kehilangan. Namun Yesus menguatkan murid-murid-Nya agar tidak takut. Nilai hidup mereka sangat berharga di hadapan Bapa. Bahkan rambut di kepala pun terhitung oleh-Nya. Ini adalah gambaran kedekatan dan perhatian Tuhan yang begitu nyata. Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa sengsara, tetapi Ia menjanjikan penyertaan yang tidak pernah lepas.
Firman Tuhan hari ini mengingatkan bahwa sengsara bukan tanda ditinggalkan Tuhan. Kadang dalam masa sulit, Tuhan sedang membuka mata kita untuk melihat sumber air yang baru, menguatkan kita dengan kehidupan Kristus, dan mengajar kita berjalan dengan iman yang lebih dalam. Jika hari ini ada beban yang terasa berat, ingatlah: Tuhan melihat, Tuhan mendengar, dan Tuhan tetap menyertai. Kita mungkin tidak selalu mengerti jalan-Nya, tetapi kita dapat percaya bahwa kasih-Nya tidak pernah berhenti bekerja. Dalam tangan Tuhan, tidak ada air mata yang sia-sia, dan tidak ada penderitaan yang luput dari perhatian-Nya.
Marilah kira merenungkannya:
- Ketika sedang mengalami kesulitan atau kekecewaan, apakah saya lebih mudah merasa ditinggalkan Tuhan atau tetap percaya bahwa Tuhan sedang bekerja dalam hidup saya?
- Apa bentuk “ketakutan” atau kekhawatiran yang selama ini menghalangi saya untuk tetap setia mengikuti Tuhan?
- Langkah iman apa yang dapat saya lakukan minggu ini untuk menunjukkan bahwa saya percaya Tuhan tidak meninggalkan saya dalam masa sengsara?
Pdt. Windyarti Anggelina

