{"id":4890,"date":"2026-10-24T09:31:15","date_gmt":"2026-10-24T02:31:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/?p=4890"},"modified":"2026-10-24T09:31:20","modified_gmt":"2026-10-24T02:31:20","slug":"merayakan-keberagaman-kasih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/merayakan-keberagaman-kasih\/","title":{"rendered":"Merayakan Keberagaman Kasih"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>1 Tesalonika 2 : 1 &#8211; 8<\/strong><\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam bulan keluarga ini, kita telah belajar beberapa model bahasa kasih yang diperkenalkan oleh Gary Chapman. Untuk mengingatkan berikut rangkumannya.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pertama, waktu berkualitas (<em>quality time<\/em>). Orang dengan bahasa kasih waktu berkualitas ingin dirinya fokus perhatian yang tak terbagi. Mereka menyenangi waktu bersama-sama. Dalam berelasi dengan orang berbahasa kasih ini dibutuhkan keterampilan komunikasi verbal seperti kontak mata, bahasa tubuh, pertanyaan umpan balik untuk menunjukkan dialah yang menjadi fokus kita.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kedua, tindakan pelayanan (<em>act of service<\/em>). Orang dengan bahasa kasih tindakan pelayanan membutuhkan aksi nyata yang menunjukkan bahwa dirinya dikasihi. Contohnya: membantu membawakan barang, merapikan tempat tidur, membersihkan meja makan, dan sejenisnya. Pada orang berbahasa kasih ini waktu (<em>timing<\/em>) adalah hal penting.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketiga, sentuhan fisik (<em>physical touch<\/em>). Orang dengan bahasa kasih ini membutuhkan sentuhan fisik dari orang yang mengasihinya. Bagi mereka, sentuhan fisik seperti rangkulan, elusan kepala, memegang tangan adalah bentuk kasih sayang. Saat melakukannya dibutuhkan saat yang tepat, tempat yang tepat, dan dengan cara yang tepat.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keempat, hadiah (<em>receiving gifts<\/em>). Orang dengan bahasa kasih hadiah membutuhkan simbol rasa sayang kita melalui pemberian atau hadiah. Hadiah tak melalu soal harga, tetapi kejutan ringan yang disampaikan kepada orang yang kita kasihi.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kelima, kata-kata yang penguatan (<em>words of affirmation<\/em>). Orang dengan bahasa kasih kata-kata penguatan membutuhkan bentuk rasa sayang melalui kata-kata yang berisi pujian, apresiasi, atau kata-kata motivasi. Ada 3 pokok penting saat menyampaikan kata-kata penegasan kasih kita kepada orang yang kita kasihi: disampaikan dengan ketulusan, pujian ditujukan pada hal-hal yang spesifik, dan yang diapresiasi upaya atau prosesnya, bukan sekadar hasilnya.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahasa kasih ini perlu dikenali dan dihidupi dalam keseharian hidup berkeluarga. Percakapan tentang bahasa kasih ini perlu terus dilakukan, agar kehidupan keluarga dipenuhi taburan kasih. Untuk menghidupnya dibutuhkan perjuangan mengalahkan egoisme atau kepentingan diri. Inilah yang dikatakan Paulus, \u201ckami tidak mencari pujian dari manusia\u201d (1Tes. 2:6). Motivasi melakukan tindakan bukan untuk dipuji melainkan menghadirkan Allah yang penuh kasih.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam rangka relasi kasih itu, Paulus memberikan nasihat, \u201cTetapi, kami berlaku ramah di antara kamu, sama seorang ibu mengasuh dan merawat anaknya\u201d (1Tes. 2:7). Kata \u201cramah\u201d memiliki nuansa kelembutan, kerendahan hati, dan kepekaan yang tinggi. Hal itu sangat dibutuhkan dalam kehidupan keluarga. Kata \u201csama seperti seorang ibu\u201d menggambarkan seorang ibu yang baik yang tidak pernah menceritakan deritanya agar anaknya membalas kebaikannya. Demikian juga cinta kasih. Kita melakukan tindakan cinta kasih bukan dengan harapan pasangan kita atau anak-anak kita membalasnya. Kita mencintai karena Tuhan telah terlebih dahulu mencintai diri kita.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>&nbsp;<\/strong><strong>Marilah Kita Renungkan:<\/strong><strong><\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Apa bahasa cinta yang dominan dalam diri Anda? Ceritakan itu di tengah keluarga!<\/li>\n\n\n\n<li>Buatlah kesepakatan bagaimana menghidupi kasih di tengah keluarga.<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>\u00a0(Pdt. Addi Soselia Patriabara)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>1 Tesalonika 2 : 1 &#8211; 8 Dalam bulan keluarga ini, kita telah belajar beberapa model bahasa kasih yang diperkenalkan oleh Gary Chapman. Untuk mengingatkan berikut rangkumannya. Pertama, waktu berkualitas (quality time). Orang dengan bahasa kasih waktu berkualitas ingin dirinya fokus perhatian yang tak terbagi. Mereka menyenangi waktu bersama-sama. Dalam berelasi dengan orang berbahasa kasih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4892,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[132],"tags":[131],"class_list":["post-4890","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-minggu","tag-renungan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Renungan Minggu GKI Kavling Polri : Merayakan Keberagaman Kasih<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Renungan minggu ini mengangkat tema Merayakan Keberagaman Kasih mengajarkan bahwa Kita melakukan tindakan cinta kasih bukan dengan harapan pasangan kita atau anak-anak kita membalasnya. Kita mencintai karena Tuhan telah terlebih dahulu mencintai diri kita.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/merayakan-keberagaman-kasih\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Renungan Minggu GKI Kavling Polri : Merayakan Keberagaman Kasih\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Renungan minggu ini mengangkat tema Merayakan Keberagaman Kasih mengajarkan bahwa Kita melakukan tindakan cinta kasih bukan dengan harapan pasangan kita atau anak-anak kita membalasnya. Kita mencintai karena Tuhan telah terlebih dahulu mencintai diri kita.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/merayakan-keberagaman-kasih\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-24T02:31:15+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-24T02:31:20+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1880\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1253\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tata Usaha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tata Usaha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/merayakan-keberagaman-kasih\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/merayakan-keberagaman-kasih\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Tata Usaha\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce237b3d1a2cee79383335bc0f6b0839\"},\"headline\":\"Merayakan Keberagaman Kasih\",\"datePublished\":\"2026-10-24T02:31:15+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-24T02:31:20+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/merayakan-keberagaman-kasih\\\/\"},\"wordCount\":427,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/merayakan-keberagaman-kasih\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/pexels-photo-3931604.jpeg\",\"keywords\":[\"renungan\"],\"articleSection\":[\"Renungan Minggu\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/merayakan-keberagaman-kasih\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/merayakan-keberagaman-kasih\\\/\",\"name\":\"Renungan Minggu GKI Kavling Polri : Merayakan Keberagaman Kasih\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/merayakan-keberagaman-kasih\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/merayakan-keberagaman-kasih\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/pexels-photo-3931604.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-10-24T02:31:15+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-24T02:31:20+00:00\",\"description\":\"Renungan minggu ini mengangkat tema Merayakan Keberagaman Kasih mengajarkan bahwa Kita melakukan tindakan cinta kasih bukan dengan harapan pasangan kita atau anak-anak kita membalasnya. Kita mencintai karena Tuhan telah terlebih dahulu mencintai diri kita.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/merayakan-keberagaman-kasih\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/merayakan-keberagaman-kasih\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/merayakan-keberagaman-kasih\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/pexels-photo-3931604.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/10\\\/pexels-photo-3931604.jpeg\",\"width\":1880,\"height\":1253,\"caption\":\"Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/merayakan-keberagaman-kasih\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Merayakan Keberagaman Kasih\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/\",\"name\":\"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri\",\"description\":\"Mengembangkan Persekutuan yang Hangat dan Menggembirakan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#organization\",\"name\":\"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/cropped-GKI-KAVLING-POLRI.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/cropped-GKI-KAVLING-POLRI.png\",\"width\":180,\"height\":60,\"caption\":\"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gkikavpol\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce237b3d1a2cee79383335bc0f6b0839\",\"name\":\"Tata Usaha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tata Usaha\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/author\\\/tatausaha\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Renungan Minggu GKI Kavling Polri : Merayakan Keberagaman Kasih","description":"Renungan minggu ini mengangkat tema Merayakan Keberagaman Kasih mengajarkan bahwa Kita melakukan tindakan cinta kasih bukan dengan harapan pasangan kita atau anak-anak kita membalasnya. Kita mencintai karena Tuhan telah terlebih dahulu mencintai diri kita.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/merayakan-keberagaman-kasih\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Renungan Minggu GKI Kavling Polri : Merayakan Keberagaman Kasih","og_description":"Renungan minggu ini mengangkat tema Merayakan Keberagaman Kasih mengajarkan bahwa Kita melakukan tindakan cinta kasih bukan dengan harapan pasangan kita atau anak-anak kita membalasnya. Kita mencintai karena Tuhan telah terlebih dahulu mencintai diri kita.","og_url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/merayakan-keberagaman-kasih\/","og_site_name":"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri","article_published_time":"2026-10-24T02:31:15+00:00","article_modified_time":"2026-10-24T02:31:20+00:00","og_image":[{"width":1880,"height":1253,"url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Tata Usaha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Tata Usaha","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/merayakan-keberagaman-kasih\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/merayakan-keberagaman-kasih\/"},"author":{"name":"Tata Usaha","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#\/schema\/person\/ce237b3d1a2cee79383335bc0f6b0839"},"headline":"Merayakan Keberagaman Kasih","datePublished":"2026-10-24T02:31:15+00:00","dateModified":"2026-10-24T02:31:20+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/merayakan-keberagaman-kasih\/"},"wordCount":427,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/merayakan-keberagaman-kasih\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604.jpeg","keywords":["renungan"],"articleSection":["Renungan Minggu"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/merayakan-keberagaman-kasih\/","url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/merayakan-keberagaman-kasih\/","name":"Renungan Minggu GKI Kavling Polri : Merayakan Keberagaman Kasih","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/merayakan-keberagaman-kasih\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/merayakan-keberagaman-kasih\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604.jpeg","datePublished":"2026-10-24T02:31:15+00:00","dateModified":"2026-10-24T02:31:20+00:00","description":"Renungan minggu ini mengangkat tema Merayakan Keberagaman Kasih mengajarkan bahwa Kita melakukan tindakan cinta kasih bukan dengan harapan pasangan kita atau anak-anak kita membalasnya. Kita mencintai karena Tuhan telah terlebih dahulu mencintai diri kita.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/merayakan-keberagaman-kasih\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/merayakan-keberagaman-kasih\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/merayakan-keberagaman-kasih\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604.jpeg","width":1880,"height":1253,"caption":"Photo by Andrea Piacquadio on Pexels.com"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/merayakan-keberagaman-kasih\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Merayakan Keberagaman Kasih"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#website","url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/","name":"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri","description":"Mengembangkan Persekutuan yang Hangat dan Menggembirakan","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#organization","name":"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri","url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cropped-GKI-KAVLING-POLRI.png","contentUrl":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cropped-GKI-KAVLING-POLRI.png","width":180,"height":60,"caption":"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/gkikavpol\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#\/schema\/person\/ce237b3d1a2cee79383335bc0f6b0839","name":"Tata Usaha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tata Usaha"},"url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/author\/tatausaha\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604.jpeg",1880,1253,false],"thumbnail":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604-300x200.jpeg",300,200,true],"medium_large":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604-768x512.jpeg",768,512,true],"large":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604-1024x682.jpeg",1024,682,true],"thumblist":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604-300x300.jpeg",300,300,true],"thumbrelated":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604-500x500.jpeg",500,500,true],"meccarouselthumb":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604-474x324.jpeg",474,324,true],"gridsquare":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604-391x260.jpeg",391,260,true],"tileview":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604-300x400.jpeg",300,400,true],"1536x1536":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604-1536x1024.jpeg",1536,1024,true],"2048x2048":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604.jpeg",1880,1253,false]},"uagb_author_info":{"display_name":"Tata Usaha","author_link":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/author\/tatausaha\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"1 Tesalonika 2 : 1 &#8211; 8 Dalam bulan keluarga ini, kita telah belajar beberapa model bahasa kasih yang diperkenalkan oleh Gary Chapman. Untuk mengingatkan berikut rangkumannya. Pertama, waktu berkualitas (quality time). Orang dengan bahasa kasih waktu berkualitas ingin dirinya fokus perhatian yang tak terbagi. Mereka menyenangi waktu bersama-sama. Dalam berelasi dengan orang berbahasa kasih&hellip;","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604.jpeg","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604.jpeg",1880,1253,false],"landscape":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604.jpeg",1880,1253,false],"portraits":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604.jpeg",1880,1253,false],"thumbnail":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604-300x200.jpeg",300,200,true],"large":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604-1024x682.jpeg",1024,682,true],"thumblist":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604-300x300.jpeg",300,300,true],"thumbrelated":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604-500x500.jpeg",500,500,true],"meccarouselthumb":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604-474x324.jpeg",474,324,true],"gridsquare":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604-391x260.jpeg",391,260,true],"tileview":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604-300x400.jpeg",300,400,true],"1536x1536":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604-1536x1024.jpeg",1536,1024,true],"2048x2048":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/pexels-photo-3931604.jpeg",1880,1253,false]},"rttpg_author":{"display_name":"Tata Usaha","author_link":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/author\/tatausaha\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/category\/renungan\/renungan-minggu\/\" rel=\"category tag\">Renungan Minggu<\/a>","rttpg_excerpt":"1 Tesalonika 2 : 1 &#8211; 8 Dalam bulan keluarga ini, kita telah belajar beberapa model bahasa kasih yang diperkenalkan oleh Gary Chapman. Untuk mengingatkan berikut rangkumannya. Pertama, waktu berkualitas (quality time). Orang dengan bahasa kasih waktu berkualitas ingin dirinya fokus perhatian yang tak terbagi. Mereka menyenangi waktu bersama-sama. Dalam berelasi dengan orang berbahasa kasih&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4890","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4890"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4890\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4893,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4890\/revisions\/4893"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4892"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4890"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4890"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4890"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}