{"id":4795,"date":"2026-09-12T10:48:39","date_gmt":"2026-09-12T03:48:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/?p=4795"},"modified":"2026-09-12T10:48:54","modified_gmt":"2026-09-12T03:48:54","slug":"maleakhi-sikap-terhadap-persembahan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\/","title":{"rendered":"Maleakhi: Sikap Terhadap Persembahan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center wp-block-paragraph\"><strong>(Maleakhi 3:6-12)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maleakhi (artinya harfiahnya utusanku) banyak disepakati oleh pakar biblika sebagai nabi &nbsp;terakhir dalam Perjanjian Lama. Diperkirakan berkarya sekitar pertengahan abad ke-6 SM setelah pembuangan Babel, sekitar 50an tahun setelah penyelesaian pembangunan kembali Bait Suci (515 SM).&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, alih-alih hidup dalam syukur kepada Allah karena pembebasan dari perbudakan dan berhasil membangun Bait Suci, umat Israel justru hidup dalam ketidaktaatan kepada Allah. Pada bagian itulah berita nabi Maleakhi disampaikan. Ada enam nubuat atau &nbsp;peringatan yang disampaikan Maleakhi, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Nubuat atau peringatan tentang kasih Allah kepada umat Israel (1:2-5)<\/li>\n\n\n\n<li>Nubuat atau peringatan tentang dosa para pemimpin umat, khusus imam (1:5 \u2013 2:9)<\/li>\n\n\n\n<li>Nubuat atau peringatan tentang dosa umat (2:10-16)<\/li>\n\n\n\n<li>Nubuat atau peringatan tentang keadilan Allah (2:17 \u2013 3:5)<\/li>\n\n\n\n<li>Nubuat atau peringatan tentang pelanggaran ritual (3:6-12)<\/li>\n\n\n\n<li>Nubuat atau peringatan tentang hamba-hamba Tuhan (3:13-4:3)<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu persoalan utama adalah kehidupan ibadah yang dijalankan umat Israel sebagai &nbsp;rutinitas belaka. Hal itu dinyatakan melalui ungkapan, \u201cJika Aku ini bapak, di manakah rasa &nbsp;hormat kepada-Ku?\u201d (1:6). Tegasnya, mereka beribadah kepada Tuhan namun tidak &nbsp;menghormati Tuhan. Bahkan mereka menghina nama Tuhan yang ditandai dengan membawa roti yang cemar (1:7) dan membawa binatang kurban yang tidak layak (1:8 dst.). Jadi, Maleakhi mengingatkan agar umat Israel kembali kepada perjanjian dan ketetapan &nbsp;Allah. Salah satunya terkait dengan persembahan.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Banyak orang memahami kitab Maleakhi hanya terkait dengan persembahan persepuluhan. Padahal persepuluhan hanya satu cara umat melakukan persembahan. &nbsp;Ayat yang sangat terkenal adalah Maleakhi 3:10, \u201cBawalah seluruh persepuluhan itu ke &nbsp;dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku. Ujilah Aku, firman TUHAN Semesta Alam, apakah Aku tidak akan membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.\u201d Pernyataan Allah itu menyiratkan kepedihan hati, bahkan kemarahan Allah. Allah mengingatkan bahwa yang Ia tuntut dari manusia sebenarnya adalah ketaatan yang diwujudkan dalam bentuk pemberlakuan hukum dan peraturan. Tetapi umat Israel melanggarnya. Itulah sebabnya, dengan nada perih dan terluka Allah \u201cmenantang\u201d Israel untuk membuktikan kasih setia Allah kembali. Kalau saja umat Israel setia dalam perkara yang kecil, seperti memberikan persepuluhan, maka kebaikan Allah akan dirasakan umat melampaui kebutuhannya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada bagian inilah umat Allah di masa kini perlu melihat ulang hidupnya. Sejujurnya banyak orang di masa kini yang datang kepada Tuhan bukan dengan ketulusan hati yang sungguh-sungguh ditujukan kepada Allah. Banyak orang datang untuk mengamati, menjadi penonton dalam ibadah, tanpa rasa hormat kepada Allah. Persembahan pun dilakukan seolah-olah para pemberi persembahan berposisi lebih tinggi, hingga rasa hormat kepada Tuhan pemberi berkat meredup. Jika hal ini benar, saatnya kita kembali ke jalan yang Tuhan kehendaki.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Marilah Kita Renungkan:<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Persiapan apakah yang Anda lakukan sebelum beribadah? Apakah persiapan itu mencerminkan rasa hormat dan cinta kepada Allah?\u00a0<\/li>\n\n\n\n<li>Apakah tindakan, kata-kata, dan pemikiran Anda di ruang ibadah telah mencerminkan rasa hormat dan cinta kepada Allah?<\/li>\n\n\n\n<li>Apa yang Anda pelajari dari kitab Malekhi terkait dengan kehidupan peribadahan Anda?\u00a0<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u00a0<strong>(Pdt. Addi Soselia Patriabara)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(Maleakhi 3:6-12) Maleakhi (artinya harfiahnya utusanku) banyak disepakati oleh pakar biblika sebagai nabi &nbsp;terakhir dalam Perjanjian Lama. Diperkirakan berkarya sekitar pertengahan abad ke-6 SM setelah pembuangan Babel, sekitar 50an tahun setelah penyelesaian pembangunan kembali Bait Suci (515 SM).&nbsp;&nbsp; Namun, alih-alih hidup dalam syukur kepada Allah karena pembebasan dari perbudakan dan berhasil membangun Bait Suci, umat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4803,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[132],"tags":[131],"class_list":["post-4795","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-minggu","tag-renungan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Renungan Minggu GKI Kavling Polri : Maleakhi: Sikap Terhadap Persembahan<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Renungan minggu ini mengangkat tema Maleakhi: Sikap Terhadap Persembahan mengajarkan seringkali Persembahan dilakukan seolah-olah para pemberi persembahan berposisi lebih tinggi, hingga rasa hormat kepada Tuhan pemberi berkat meredup. Jika hal ini benar, saatnya kita kembali ke jalan yang Tuhan kehendaki.\u00a0\u00a0\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Renungan Minggu GKI Kavling Polri : Maleakhi: Sikap Terhadap Persembahan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Renungan minggu ini mengangkat tema Maleakhi: Sikap Terhadap Persembahan mengajarkan seringkali Persembahan dilakukan seolah-olah para pemberi persembahan berposisi lebih tinggi, hingga rasa hormat kepada Tuhan pemberi berkat meredup. Jika hal ini benar, saatnya kita kembali ke jalan yang Tuhan kehendaki.\u00a0\u00a0\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-09-12T03:48:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-09-12T03:48:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1733\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tata Usaha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tata Usaha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Tata Usaha\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce237b3d1a2cee79383335bc0f6b0839\"},\"headline\":\"Maleakhi: Sikap Terhadap Persembahan\",\"datePublished\":\"2026-09-12T03:48:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-12T03:48:54+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\\\/\"},\"wordCount\":470,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/pexels-photo-39104500.jpeg\",\"keywords\":[\"renungan\"],\"articleSection\":[\"Renungan Minggu\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\\\/\",\"name\":\"Renungan Minggu GKI Kavling Polri : Maleakhi: Sikap Terhadap Persembahan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/pexels-photo-39104500.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-09-12T03:48:39+00:00\",\"dateModified\":\"2026-09-12T03:48:54+00:00\",\"description\":\"Renungan minggu ini mengangkat tema Maleakhi: Sikap Terhadap Persembahan mengajarkan seringkali Persembahan dilakukan seolah-olah para pemberi persembahan berposisi lebih tinggi, hingga rasa hormat kepada Tuhan pemberi berkat meredup. Jika hal ini benar, saatnya kita kembali ke jalan yang Tuhan kehendaki.\u00a0\u00a0\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/pexels-photo-39104500.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/pexels-photo-39104500.jpeg\",\"width\":1733,\"height\":1300,\"caption\":\"Photo by Brett Jordan on Pexels.com\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Maleakhi: Sikap Terhadap Persembahan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/\",\"name\":\"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri\",\"description\":\"Mengembangkan Persekutuan yang Hangat dan Menggembirakan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#organization\",\"name\":\"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/cropped-GKI-KAVLING-POLRI.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/cropped-GKI-KAVLING-POLRI.png\",\"width\":180,\"height\":60,\"caption\":\"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gkikavpol\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce237b3d1a2cee79383335bc0f6b0839\",\"name\":\"Tata Usaha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tata Usaha\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/author\\\/tatausaha\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Renungan Minggu GKI Kavling Polri : Maleakhi: Sikap Terhadap Persembahan","description":"Renungan minggu ini mengangkat tema Maleakhi: Sikap Terhadap Persembahan mengajarkan seringkali Persembahan dilakukan seolah-olah para pemberi persembahan berposisi lebih tinggi, hingga rasa hormat kepada Tuhan pemberi berkat meredup. Jika hal ini benar, saatnya kita kembali ke jalan yang Tuhan kehendaki.\u00a0\u00a0","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Renungan Minggu GKI Kavling Polri : Maleakhi: Sikap Terhadap Persembahan","og_description":"Renungan minggu ini mengangkat tema Maleakhi: Sikap Terhadap Persembahan mengajarkan seringkali Persembahan dilakukan seolah-olah para pemberi persembahan berposisi lebih tinggi, hingga rasa hormat kepada Tuhan pemberi berkat meredup. Jika hal ini benar, saatnya kita kembali ke jalan yang Tuhan kehendaki.\u00a0\u00a0","og_url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\/","og_site_name":"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri","article_published_time":"2026-09-12T03:48:39+00:00","article_modified_time":"2026-09-12T03:48:54+00:00","og_image":[{"width":1733,"height":1300,"url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Tata Usaha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Tata Usaha","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\/"},"author":{"name":"Tata Usaha","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#\/schema\/person\/ce237b3d1a2cee79383335bc0f6b0839"},"headline":"Maleakhi: Sikap Terhadap Persembahan","datePublished":"2026-09-12T03:48:39+00:00","dateModified":"2026-09-12T03:48:54+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\/"},"wordCount":470,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500.jpeg","keywords":["renungan"],"articleSection":["Renungan Minggu"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\/","url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\/","name":"Renungan Minggu GKI Kavling Polri : Maleakhi: Sikap Terhadap Persembahan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500.jpeg","datePublished":"2026-09-12T03:48:39+00:00","dateModified":"2026-09-12T03:48:54+00:00","description":"Renungan minggu ini mengangkat tema Maleakhi: Sikap Terhadap Persembahan mengajarkan seringkali Persembahan dilakukan seolah-olah para pemberi persembahan berposisi lebih tinggi, hingga rasa hormat kepada Tuhan pemberi berkat meredup. Jika hal ini benar, saatnya kita kembali ke jalan yang Tuhan kehendaki.\u00a0\u00a0","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500.jpeg","width":1733,"height":1300,"caption":"Photo by Brett Jordan on Pexels.com"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/maleakhi-sikap-terhadap-persembahan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Maleakhi: Sikap Terhadap Persembahan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#website","url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/","name":"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri","description":"Mengembangkan Persekutuan yang Hangat dan Menggembirakan","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#organization","name":"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri","url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cropped-GKI-KAVLING-POLRI.png","contentUrl":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cropped-GKI-KAVLING-POLRI.png","width":180,"height":60,"caption":"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/gkikavpol\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#\/schema\/person\/ce237b3d1a2cee79383335bc0f6b0839","name":"Tata Usaha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tata Usaha"},"url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/author\/tatausaha\/"}]}},"uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500.jpeg",1733,1300,false],"thumbnail":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500-300x225.jpeg",300,225,true],"medium_large":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500-768x576.jpeg",768,576,true],"large":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500-1024x768.jpeg",1024,768,true],"thumblist":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500-300x300.jpeg",300,300,true],"thumbrelated":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500-500x500.jpeg",500,500,true],"meccarouselthumb":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500-474x324.jpeg",474,324,true],"gridsquare":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500-391x260.jpeg",391,260,true],"tileview":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500-300x400.jpeg",300,400,true],"1536x1536":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500-1536x1152.jpeg",1536,1152,true],"2048x2048":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500.jpeg",1733,1300,false]},"uagb_author_info":{"display_name":"Tata Usaha","author_link":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/author\/tatausaha\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"(Maleakhi 3:6-12) Maleakhi (artinya harfiahnya utusanku) banyak disepakati oleh pakar biblika sebagai nabi &nbsp;terakhir dalam Perjanjian Lama. Diperkirakan berkarya sekitar pertengahan abad ke-6 SM setelah pembuangan Babel, sekitar 50an tahun setelah penyelesaian pembangunan kembali Bait Suci (515 SM).&nbsp;&nbsp; Namun, alih-alih hidup dalam syukur kepada Allah karena pembebasan dari perbudakan dan berhasil membangun Bait Suci, umat&hellip;","jetpack_sharing_enabled":true,"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500.jpeg","rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500.jpeg",1733,1300,false],"landscape":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500.jpeg",1733,1300,false],"portraits":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500.jpeg",1733,1300,false],"thumbnail":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500-300x225.jpeg",300,225,true],"large":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500-1024x768.jpeg",1024,768,true],"thumblist":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500-300x300.jpeg",300,300,true],"thumbrelated":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500-500x500.jpeg",500,500,true],"meccarouselthumb":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500-474x324.jpeg",474,324,true],"gridsquare":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500-391x260.jpeg",391,260,true],"tileview":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500-300x400.jpeg",300,400,true],"1536x1536":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500-1536x1152.jpeg",1536,1152,true],"2048x2048":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/pexels-photo-39104500.jpeg",1733,1300,false]},"rttpg_author":{"display_name":"Tata Usaha","author_link":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/author\/tatausaha\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/category\/renungan\/renungan-minggu\/\" rel=\"category tag\">Renungan Minggu<\/a>","rttpg_excerpt":"(Maleakhi 3:6-12) Maleakhi (artinya harfiahnya utusanku) banyak disepakati oleh pakar biblika sebagai nabi &nbsp;terakhir dalam Perjanjian Lama. Diperkirakan berkarya sekitar pertengahan abad ke-6 SM setelah pembuangan Babel, sekitar 50an tahun setelah penyelesaian pembangunan kembali Bait Suci (515 SM).&nbsp;&nbsp; Namun, alih-alih hidup dalam syukur kepada Allah karena pembebasan dari perbudakan dan berhasil membangun Bait Suci, umat&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4795","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4795"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4795\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4804,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4795\/revisions\/4804"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4803"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4795"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4795"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4795"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}