{"id":4622,"date":"2026-06-27T12:35:33","date_gmt":"2026-06-27T05:35:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/?p=4622"},"modified":"2026-06-27T12:35:36","modified_gmt":"2026-06-27T05:35:36","slug":"bukan-ketundukan-brutal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/bukan-ketundukan-brutal\/","title":{"rendered":"Bukan Ketundukan Brutal"},"content":{"rendered":"\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kej. 22:1-14; Mzm. 13; Rm. 6:12-23; Mat. 10:40-42<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada beberapa catatan Alkitab tentang ritus yang mengurbankan manusia. Beberapa di antaranya: Yosua 6:26, 1 Raja-raja 16:34, Hakim-hakim 11:30-31, dan Yehezkiel 20:25-26. Catatan itu menunjukkan mengurbankan manusia, termasuk anak sulung, adalah ritual yang biasa dilakukan dalam tradisi Timur Tengah kuno. Hal inilah yang membuat kisah tentang pengurbanan Ishak tidak terlalu mengejutkan pembacanya. Melihat konteks itu, E.G. Singgih \u2013 teolog dan pakar Perjanjian Lama\u2013 menyatakan bahwa kisah pengurbanan Ishak dapat dilihat sebagai kritik atas praktik pengurbanan manusia saat itu. Bahkan, Singgih menegaskan bahwa cerita ini dapat disebut sebagai dekonstruksi atas praktik tersebut.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekarang mari kita lihat cerita pengurbanan Ishak. Cerita dimulai dengan informasi bahwa apa yang terjadi adalah sebuah ujian dari Allah kepada Abraham (Kej. 22:1). Jadi pembaca sudah tahu, ini adalah sebuah ujian. Sekalipun sudah mengetahui, pembaca cerita akan tetap mengalami ketegangan, khususnya pada bagian pertanyaan Ishak, \u201cDi sini sudah ada api dan kayu, tetapi di mana anak domba untuk kurban bakaran?\u201d (Kej. 22:7b). Jawaban Abraham menunjukkan imannya, \u201cAllah akan menyediakan anak domba untuk kurban bakaran bagiNya, anakku\u201d (Kej. 22:8). Kalimat \u201cAllah akan menyediakan\u201d memberikan pemahaman baru tentang hakikat Allah. Inilah yang kemudian tertuang dalam sebutan nama Allah, yaitu <em>Yahweh Jireh <\/em>yang berarti Tuhan telah menyediakan.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adegan diceritakan berlangsung dan tampaknya lebih mencekam. Abraham mendirikan mezbah, menyusun kayu, mengikat Ishak anaknya, dan menghunus pisau untuk menyembelih kurban. Siapa kurbannya? Di saat pembaca menahan napas, tiba-tiba terdengar suara Malaikat Tuhan, \u201cJangan bunuh anak itu dan jangan lakukan apa-apa kepadanya, sebab sekarang telah Kuketahui bahwa engkau takut akan Allah dan tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang satu-satunya itu kepada-Ku\u201d (Kej. 22:12). Ah, melegakan. Iman Abraham teruji. Namun, bukan hanya iman Abraham, melainkan juga iman Ishak. Keduanya tunduk kepada Allah sepenuhnya. Namun, itu dilakukan dalam kehati-hatian. Abraham tidak menjawab pertanyaan Ishak misalnya dengan mengatakan, \u201cTidak tahu, aku juga bingung dengan perintah Tuhan. Ya sudah ikut saja.\u201d Abraham menaruh harapan dalam logika kemanusiaannya bahwa Tuhan akan menyediakan kurban bakaran sebagai persembahan. Begitu juga pertanyaan Ishak yang berangkat dari logikanya. Namun itu semua luluh dan tunduk pada kehendak Tuhan.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Abraham tidak berfokus pada Ishak, hadiah yang telah dinanti bertahun-tahun lamanya. Abraham berfokus pada Sang Pemberi Hadiah, Tuhan itu sendiri. Karena berfokus pada Tuhan, Abraham tunduk menghamba pada Tuhan. Karena pada hakikatnya memang tidak ada kebebasan. Yang ada adalah berpindah tuan. Seperti yang Paulus katakan, \u201cKamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran\u201d (Rm 6:18).<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari Abraham kita belajar iman sejatinya teruji melalui tindakan. Tindakan Abraham menunjukkan ia layak disebut bapa orang beriman. Di sini kita menemukan mengapa tindakan menyambut orang lain pun disebut dalam Injil Matius. Tindakan sederhana itu adalah bentuk iman. Karena keberadaan sesama manusia adalah representasi keberadaan Tuhan sendiri.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:30px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Marilah Kita Renungkan:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li>Apa yang dapat Anda pelajari dari ketaatan Abraham?<\/li>\n\n\n\n<li>Apa yang bisa membuktikan kualitas iman seseorang?<\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pdt. Addi Soselia Patriabara<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kej. 22:1-14; Mzm. 13; Rm. 6:12-23; Mat. 10:40-42 Ada beberapa catatan Alkitab tentang ritus yang mengurbankan manusia. Beberapa di antaranya: Yosua 6:26, 1 Raja-raja 16:34, Hakim-hakim 11:30-31, dan Yehezkiel 20:25-26. Catatan itu menunjukkan mengurbankan manusia, termasuk anak sulung, adalah ritual yang biasa dilakukan dalam tradisi Timur Tengah kuno. Hal inilah yang membuat kisah tentang pengurbanan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":4623,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_jetpack_newsletter_access":"","_jetpack_dont_email_post_to_subs":false,"_jetpack_newsletter_tier_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paywalled_content":false,"_jetpack_feature_clip_id":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":"","jetpack_post_was_ever_published":false},"categories":[132],"tags":[131],"class_list":["post-4622","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan-minggu","tag-renungan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Renungan Minggu GKI Kavling Polri : Bukan Ketundukan Brutal<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Renungan minggu ini mengangkat tema Bukan Ketundukan Brutal mengajarkan Kita bahwa Tindakan sederhana itu adalah bentuk iman. Karena keberadaan sesama manusia adalah representasi keberadaan Tuhan sendiri.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/bukan-ketundukan-brutal\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Renungan Minggu GKI Kavling Polri : Bukan Ketundukan Brutal\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Renungan minggu ini mengangkat tema Bukan Ketundukan Brutal mengajarkan Kita bahwa Tindakan sederhana itu adalah bentuk iman. Karena keberadaan sesama manusia adalah representasi keberadaan Tuhan sendiri.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/bukan-ketundukan-brutal\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-27T05:35:33+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-27T05:35:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"867\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1300\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tata Usaha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tata Usaha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/bukan-ketundukan-brutal\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/bukan-ketundukan-brutal\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Tata Usaha\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce237b3d1a2cee79383335bc0f6b0839\"},\"headline\":\"Bukan Ketundukan Brutal\",\"datePublished\":\"2026-06-27T05:35:33+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-27T05:35:36+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/bukan-ketundukan-brutal\\\/\"},\"wordCount\":462,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/bukan-ketundukan-brutal\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/pexels-photo-8957583.jpeg\",\"keywords\":[\"renungan\"],\"articleSection\":[\"Renungan Minggu\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/bukan-ketundukan-brutal\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/bukan-ketundukan-brutal\\\/\",\"name\":\"Renungan Minggu GKI Kavling Polri : Bukan Ketundukan Brutal\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/bukan-ketundukan-brutal\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/bukan-ketundukan-brutal\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/pexels-photo-8957583.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-06-27T05:35:33+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-27T05:35:36+00:00\",\"description\":\"Renungan minggu ini mengangkat tema Bukan Ketundukan Brutal mengajarkan Kita bahwa Tindakan sederhana itu adalah bentuk iman. Karena keberadaan sesama manusia adalah representasi keberadaan Tuhan sendiri.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/bukan-ketundukan-brutal\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/bukan-ketundukan-brutal\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/bukan-ketundukan-brutal\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/pexels-photo-8957583.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/06\\\/pexels-photo-8957583.jpeg\",\"width\":867,\"height\":1300,\"caption\":\"Photo by Ivan S on Pexels.com\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/bukan-ketundukan-brutal\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Bukan Ketundukan Brutal\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/\",\"name\":\"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri\",\"description\":\"Mengembangkan Persekutuan yang Hangat dan Menggembirakan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#organization\",\"name\":\"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/cropped-GKI-KAVLING-POLRI.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/cropped-GKI-KAVLING-POLRI.png\",\"width\":180,\"height\":60,\"caption\":\"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gkikavpol\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce237b3d1a2cee79383335bc0f6b0839\",\"name\":\"Tata Usaha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tata Usaha\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/author\\\/tatausaha\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Renungan Minggu GKI Kavling Polri : Bukan Ketundukan Brutal","description":"Renungan minggu ini mengangkat tema Bukan Ketundukan Brutal mengajarkan Kita bahwa Tindakan sederhana itu adalah bentuk iman. Karena keberadaan sesama manusia adalah representasi keberadaan Tuhan sendiri.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/bukan-ketundukan-brutal\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Renungan Minggu GKI Kavling Polri : Bukan Ketundukan Brutal","og_description":"Renungan minggu ini mengangkat tema Bukan Ketundukan Brutal mengajarkan Kita bahwa Tindakan sederhana itu adalah bentuk iman. Karena keberadaan sesama manusia adalah representasi keberadaan Tuhan sendiri.","og_url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/bukan-ketundukan-brutal\/","og_site_name":"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri","article_published_time":"2026-06-27T05:35:33+00:00","article_modified_time":"2026-06-27T05:35:36+00:00","og_image":[{"width":867,"height":1300,"url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Tata Usaha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Tata Usaha","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/bukan-ketundukan-brutal\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/bukan-ketundukan-brutal\/"},"author":{"name":"Tata Usaha","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#\/schema\/person\/ce237b3d1a2cee79383335bc0f6b0839"},"headline":"Bukan Ketundukan Brutal","datePublished":"2026-06-27T05:35:33+00:00","dateModified":"2026-06-27T05:35:36+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/bukan-ketundukan-brutal\/"},"wordCount":462,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/bukan-ketundukan-brutal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583.jpeg","keywords":["renungan"],"articleSection":["Renungan Minggu"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/bukan-ketundukan-brutal\/","url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/bukan-ketundukan-brutal\/","name":"Renungan Minggu GKI Kavling Polri : Bukan Ketundukan Brutal","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/bukan-ketundukan-brutal\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/bukan-ketundukan-brutal\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583.jpeg","datePublished":"2026-06-27T05:35:33+00:00","dateModified":"2026-06-27T05:35:36+00:00","description":"Renungan minggu ini mengangkat tema Bukan Ketundukan Brutal mengajarkan Kita bahwa Tindakan sederhana itu adalah bentuk iman. Karena keberadaan sesama manusia adalah representasi keberadaan Tuhan sendiri.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/bukan-ketundukan-brutal\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/bukan-ketundukan-brutal\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/bukan-ketundukan-brutal\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583.jpeg","width":867,"height":1300,"caption":"Photo by Ivan S on Pexels.com"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/bukan-ketundukan-brutal\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Bukan Ketundukan Brutal"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#website","url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/","name":"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri","description":"Mengembangkan Persekutuan yang Hangat dan Menggembirakan","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#organization","name":"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri","url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cropped-GKI-KAVLING-POLRI.png","contentUrl":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cropped-GKI-KAVLING-POLRI.png","width":180,"height":60,"caption":"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/gkikavpol\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#\/schema\/person\/ce237b3d1a2cee79383335bc0f6b0839","name":"Tata Usaha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tata Usaha"},"url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/author\/tatausaha\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583.jpeg","uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583.jpeg",867,1300,false],"thumbnail":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583-200x300.jpeg",200,300,true],"medium_large":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583-768x1152.jpeg",768,1152,true],"large":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583-683x1024.jpeg",683,1024,true],"thumblist":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583-300x300.jpeg",300,300,true],"thumbrelated":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583-500x500.jpeg",500,500,true],"meccarouselthumb":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583-474x324.jpeg",474,324,true],"gridsquare":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583-391x260.jpeg",391,260,true],"tileview":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583-300x400.jpeg",300,400,true],"1536x1536":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583.jpeg",867,1300,false],"2048x2048":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583.jpeg",867,1300,false]},"uagb_author_info":{"display_name":"Tata Usaha","author_link":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/author\/tatausaha\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Kej. 22:1-14; Mzm. 13; Rm. 6:12-23; Mat. 10:40-42 Ada beberapa catatan Alkitab tentang ritus yang mengurbankan manusia. Beberapa di antaranya: Yosua 6:26, 1 Raja-raja 16:34, Hakim-hakim 11:30-31, dan Yehezkiel 20:25-26. Catatan itu menunjukkan mengurbankan manusia, termasuk anak sulung, adalah ritual yang biasa dilakukan dalam tradisi Timur Tengah kuno. Hal inilah yang membuat kisah tentang pengurbanan&hellip;","jetpack_sharing_enabled":true,"rttpg_featured_image_url":{"full":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583.jpeg",867,1300,false],"landscape":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583.jpeg",867,1300,false],"portraits":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583.jpeg",867,1300,false],"thumbnail":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583-150x150.jpeg",150,150,true],"medium":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583-200x300.jpeg",200,300,true],"large":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583-683x1024.jpeg",683,1024,true],"thumblist":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583-300x300.jpeg",300,300,true],"thumbrelated":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583-500x500.jpeg",500,500,true],"meccarouselthumb":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583-474x324.jpeg",474,324,true],"gridsquare":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583-391x260.jpeg",391,260,true],"tileview":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583-300x400.jpeg",300,400,true],"1536x1536":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583.jpeg",867,1300,false],"2048x2048":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/pexels-photo-8957583.jpeg",867,1300,false]},"rttpg_author":{"display_name":"Tata Usaha","author_link":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/author\/tatausaha\/"},"rttpg_comment":0,"rttpg_category":"<a href=\"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/category\/renungan\/renungan-minggu\/\" rel=\"category tag\">Renungan Minggu<\/a>","rttpg_excerpt":"Kej. 22:1-14; Mzm. 13; Rm. 6:12-23; Mat. 10:40-42 Ada beberapa catatan Alkitab tentang ritus yang mengurbankan manusia. Beberapa di antaranya: Yosua 6:26, 1 Raja-raja 16:34, Hakim-hakim 11:30-31, dan Yehezkiel 20:25-26. Catatan itu menunjukkan mengurbankan manusia, termasuk anak sulung, adalah ritual yang biasa dilakukan dalam tradisi Timur Tengah kuno. Hal inilah yang membuat kisah tentang pengurbanan&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4622","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4622"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4622\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4624,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4622\/revisions\/4624"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4623"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4622"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4622"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4622"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}