{"id":2160,"date":"2023-06-30T11:15:49","date_gmt":"2023-06-30T04:15:49","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/?p=2160"},"modified":"2023-06-30T11:15:49","modified_gmt":"2023-06-30T04:15:49","slug":"kebenaran-terkadang-menggelisahkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\/","title":{"rendered":"Kebenaran Terkadang Menggelisahkan"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"has-text-align-center\"><strong>Yer. 28:5-9; Mzm 89; Rm. 6:12-23; Mat. 10:40-42<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Ada anggapan yang menyatakan bahwa kebenaran adalah sesuatu yang bersifat relatif. Sebagai contoh, ada budaya yang menyatakan sebagai hal yang tabu jika seorang tamu meminum air suguhan sampai habis. Sebaliknya, ada budaya yang mewajibkan tamu minum air yang disediakan sampai habis. Manakah yang benar? Masing-masing tentu punya argumentasinya. Apakah contoh ini membuat kita bisa menyimpulkan bahwa kebenaran memang bersifat relatif? Tentu saja tidak. Dalam Alkitab, ada kebenaran yang bersifat mutlak, yaitu kebenaran Tuhan. Manusia dapat disebut berpegang pada kebenaran ketika berpaut pada Tuhan. Namun dalam praktik, hal ini tidaklah mudah. Contoh nabi Yeremia dan nabi Hananya menarik untuk diperhatikan. <\/p>\n\n\n\n<p>Nabi Hananya menubuatkan hanya dalam dua tahun umat Israel akan dibebaskan <strong>(Yer. 28:3)<\/strong>. Tidak demikian dengan nabi Yeremia yang justru menubuatkan masih panjang hidup umat Israel di negeri pembuangan, itu sebabnya umat Israel diminta untuk berkarya membangun kota di mana mereka dibuang. Keduanya memakai dasar yang sama: atas nama Tuhan. Lalu mana yang benar? Memang pada akhirnya, kita tahu bahwa nabi Yeremia yang benar. Namun jika kita berada pada situasi saat itu, apakah kita bisa mengatakan nabi Yeremia benar? Rasanya kita lebih suka mendengar nubuat nabi Hananya bukan?<\/p>\n\n\n\n<p>Justru karena itu, setiap apa yang disebut \u201ckebenaran\u201d seharusnya menggelisahkan kita, dalam arti perlu dipandang dengan kacamata kritis. Sejarah mencatat, atas nama \u201ckebenaran\u201d banyak orang justru hidup dalam kesesatan dan kehilangan kemanusiaannya. Setiap klaim kebenaran perlu kita kaji dan dalami: apakah sesuai dengan kehendak Allah atau tidak. Di sini peran Alkitab menjadi patokan utama. Namun, perlu diingat, manusia yang menafsirkan Alkitab juga bisa keliru dalam menafsirkan Alkitab. Itu sebabnya bersikap kritis dalam menemukan dan menegakkan kebenaran adalah tugas manusia sepanjang hidupnya. Manusia tidak boleh berhenti <em>\u201cgelisah\u201d<\/em> untuk menemukan kebenaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Manusia seringkali terjebak dalam kebenaran versi tokoh tertentu yang justru menjadikannya seorang mahkluk yang kejam. Paulus adalah salah satu contohnya. Kebenaran agama Yahudi yang dianutnya pada waktu itu membuatnya buta. Ia menjadi penggerak penganiaya orang-orang kristen. Namun perjumpaan dengan Yesus Kristus membuat ia mempertanyakan kebenaran agama Yahudi yang telah dianutnya semenjak kecil. Ia bersikap kritis terhadap apa yang selama ini dianggapnya sebagai kebenaran. Menariknya, sikap kritis itu juga ditujukan pada iman kristen! Salah satu contoh terkait dengan kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus yang membawa pada keselamatan. Agaknya pada waktu itu beredar pemahaman karena kasih karunia maka manusia bebas melakukan apapun. Dampaknya, iman Kristen dianggap anti-nomianisme, anti hukum. Paulus mengatakan justru kasih karunia yang menyelamatkan seharusnya orang kristen semakin taat pada hukum, tetapi bukan karena takut melainkan karena rasa syukur. Kata Paulus, <em>\u201c\u2026 tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu\u201d <\/em><strong>(Rm. 6:17)<\/strong>.<\/p>\n\n\n\n<p>Kasih karunia Tuhan berikan agar manusia menjadi hamba kebenaran. Hamba kebenaran membuat manusia belajar hidup menguduskan diri, sehingga citra Allah semakin hari semakin nampak dalam dirinya. Apakah hamba kebenaran itu dapat dicapai dengan mudah? Tentu saja tidak. Ia perjuangan seumur hidup seorang manusia. Untuk menjadi hamba kebenaran, manusia harus juga kritis menilai dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"has-text-align-right\"><strong>(Pdt. Addi Soselia Patriabara)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Yer. 28:5-9; Mzm 89; Rm. 6:12-23; Mat. 10:40-42 Ada anggapan yang menyatakan bahwa kebenaran adalah sesuatu yang bersifat relatif. Sebagai contoh, ada budaya yang menyatakan sebagai hal yang tabu jika seorang tamu meminum air suguhan sampai habis. Sebaliknya, ada budaya yang mewajibkan tamu minum air yang disediakan sampai habis. Manakah yang benar? Masing-masing tentu punya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":2161,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"default","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[132],"tags":[131],"class_list":["post-2160","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-renungan","tag-renungan"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.6 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Kebenaran Terkadang Menggelisahkan - Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kebenaran Terkadang Menggelisahkan - Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Yer. 28:5-9; Mzm 89; Rm. 6:12-23; Mat. 10:40-42 Ada anggapan yang menyatakan bahwa kebenaran adalah sesuatu yang bersifat relatif. Sebagai contoh, ada budaya yang menyatakan sebagai hal yang tabu jika seorang tamu meminum air suguhan sampai habis. Sebaliknya, ada budaya yang mewajibkan tamu minum air yang disediakan sampai habis. Manakah yang benar? Masing-masing tentu punya [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-06-30T04:15:49+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/christian_community_your_spiritual_service.gif\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"413\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"291\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/gif\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Tata Usaha\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Tata Usaha\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Tata Usaha\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce237b3d1a2cee79383335bc0f6b0839\"},\"headline\":\"Kebenaran Terkadang Menggelisahkan\",\"datePublished\":\"2023-06-30T04:15:49+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\\\/\"},\"wordCount\":490,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/christian_community_your_spiritual_service.gif\",\"keywords\":[\"renungan\"],\"articleSection\":[\"Renungan\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\\\/\",\"name\":\"Kebenaran Terkadang Menggelisahkan - Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/christian_community_your_spiritual_service.gif\",\"datePublished\":\"2023-06-30T04:15:49+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/christian_community_your_spiritual_service.gif\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/06\\\/christian_community_your_spiritual_service.gif\",\"width\":413,\"height\":291},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kebenaran Terkadang Menggelisahkan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/\",\"name\":\"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri\",\"description\":\"Mengembangkan Persekutuan yang Hangat dan Menggembirakan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#organization\",\"name\":\"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/cropped-GKI-KAVLING-POLRI.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/03\\\/cropped-GKI-KAVLING-POLRI.png\",\"width\":180,\"height\":60,\"caption\":\"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/gkikavpol\\\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/ce237b3d1a2cee79383335bc0f6b0839\",\"name\":\"Tata Usaha\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Tata Usaha\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gki-kavpolri.or.id\\\/site\\\/author\\\/tatausaha\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kebenaran Terkadang Menggelisahkan - Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kebenaran Terkadang Menggelisahkan - Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri","og_description":"Yer. 28:5-9; Mzm 89; Rm. 6:12-23; Mat. 10:40-42 Ada anggapan yang menyatakan bahwa kebenaran adalah sesuatu yang bersifat relatif. Sebagai contoh, ada budaya yang menyatakan sebagai hal yang tabu jika seorang tamu meminum air suguhan sampai habis. Sebaliknya, ada budaya yang mewajibkan tamu minum air yang disediakan sampai habis. Manakah yang benar? Masing-masing tentu punya [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\/","og_site_name":"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri","article_published_time":"2023-06-30T04:15:49+00:00","og_image":[{"width":413,"height":291,"url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/christian_community_your_spiritual_service.gif","type":"image\/gif"}],"author":"Tata Usaha","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Tata Usaha","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\/"},"author":{"name":"Tata Usaha","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#\/schema\/person\/ce237b3d1a2cee79383335bc0f6b0839"},"headline":"Kebenaran Terkadang Menggelisahkan","datePublished":"2023-06-30T04:15:49+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\/"},"wordCount":490,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/christian_community_your_spiritual_service.gif","keywords":["renungan"],"articleSection":["Renungan"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\/","url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\/","name":"Kebenaran Terkadang Menggelisahkan - Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/christian_community_your_spiritual_service.gif","datePublished":"2023-06-30T04:15:49+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/christian_community_your_spiritual_service.gif","contentUrl":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/christian_community_your_spiritual_service.gif","width":413,"height":291},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/kebenaran-terkadang-menggelisahkan\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kebenaran Terkadang Menggelisahkan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#website","url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/","name":"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri","description":"Mengembangkan Persekutuan yang Hangat dan Menggembirakan","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#organization","name":"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri","url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cropped-GKI-KAVLING-POLRI.png","contentUrl":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2026\/03\/cropped-GKI-KAVLING-POLRI.png","width":180,"height":60,"caption":"Gereja Kristen Indonesia Kavling Polri"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/gkikavpol\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/#\/schema\/person\/ce237b3d1a2cee79383335bc0f6b0839","name":"Tata Usaha","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/ddd1dfba612adf9724653676c5a721e1b649326d91a6a7ff3a16bdd70a5bbf33?s=96&d=mm&r=g","caption":"Tata Usaha"},"url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/author\/tatausaha\/"}]}},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/christian_community_your_spiritual_service.gif","uagb_featured_image_src":{"full":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/christian_community_your_spiritual_service.gif",413,291,false],"thumbnail":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/christian_community_your_spiritual_service-150x150.gif",150,150,true],"medium":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/christian_community_your_spiritual_service-300x211.gif",300,211,true],"medium_large":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/christian_community_your_spiritual_service.gif",413,291,false],"large":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/christian_community_your_spiritual_service.gif",413,291,false],"thumblist":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/christian_community_your_spiritual_service.gif",300,211,false],"thumbrelated":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/christian_community_your_spiritual_service.gif",413,291,false],"meccarouselthumb":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/christian_community_your_spiritual_service.gif",413,291,false],"gridsquare":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/christian_community_your_spiritual_service.gif",369,260,false],"tileview":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/christian_community_your_spiritual_service.gif",300,211,false],"1536x1536":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/christian_community_your_spiritual_service.gif",413,291,false],"2048x2048":["https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/christian_community_your_spiritual_service.gif",413,291,false]},"uagb_author_info":{"display_name":"Tata Usaha","author_link":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/author\/tatausaha\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Yer. 28:5-9; Mzm 89; Rm. 6:12-23; Mat. 10:40-42 Ada anggapan yang menyatakan bahwa kebenaran adalah sesuatu yang bersifat relatif. Sebagai contoh, ada budaya yang menyatakan sebagai hal yang tabu jika seorang tamu meminum air suguhan sampai habis. Sebaliknya, ada budaya yang mewajibkan tamu minum air yang disediakan sampai habis. Manakah yang benar? Masing-masing tentu punya&hellip;","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2160","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2160"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2160\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2162,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2160\/revisions\/2162"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2161"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2160"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2160"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gki-kavpolri.or.id\/site\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2160"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}