dramatic light on outstretched hand

Refleksi Kehidupan – November

PANGGILAN TUHAN DALAM HIDUP KITA

Di dalam Alkitab dikatakan bahwa setiap orang percaya memiliki panggilan untuk mengenal Dia, menjadi serupa dengan Kristus, dan menjadi berkat di mana pun kita ditempatkan. Panggilan menjadi berkat itu kita lakukan di dalam keluarga, gereja, tempat kerja, dan berbagai tempat lain.

Namun, dalam kenyataan, sering kali kita menggunakan berbagai alasan untuk menolak panggilan Tuhan dalam hidup kita. Kita lebih suka menghindar untuk menunda, dan kita menunda untuk menghindar. Akhirnya, sebagai pengikut Yesus, kita tidak melakukan apa-apa.

Dalam menyambut panggilan Tuhan itu, ada beberapa hal yang perlu kita ingat. Pertama, Tuhan memanggil kita bukan hanya agar kita memperoleh keselamatan, melainkan juga agar kita hidup dalam kekudusan dan memuliakan Tuhan.

Kedua, menyambut panggilan Tuhan berarti menyadari kehendak dan tujuan Tuhan dalam hidup kita. Tujuan hidup itu akan membawa kita untuk berupaya menghadirkan kemuliaan bagi nama-Nya.

Ketiga, Tuhan memanggil kita untuk mengasihi dan melayani orang lain, termasuk orang-orang yang menurut kita tidak pantas untuk dikasihi dan dilayani.

Keempat, Tuhan memanggil bukan karena kita hebat, tetapi karena Dia mau memakai kita yang memiliki hati seperti seorang hamba. Dan Tuhan pasti akan memperlengkapi serta memampukan kita.

Sebagai orang yang menerima panggilan Tuhan, kita terus menerus harus mendekatkan diri pada Tuhan. Seperti mercusuar yang tidak pernah mendatangi kapal, tetapi sebaliknya kapal yang akan datang mencari mercusuar untuk mendapatkan terangnya. Demikianlah hidup kita dipanggil untuk mencari cahaya di tempat yang gelap, sekaligus menghadirkan Sang Cahaya supaya orang dapat melihat terang tersebut, seperti yang tertulis dalam Matius 5:14-16.

Memenuhi panggilan Tuhan bukan berarti tanpa pengorbanan. Kita harus keluar dari zona aman dan nyaman kita dengan segala risikonya. Pengorbanan itu antara lain seperti menurunkan standar kenyamanan dan memberikan apa yang berharga dalam hidup kita. Tindakan pelayanan yang dilakukan setulus hati membuat kita tidak meremehkan pelayanan orang lain. Dampak pelayanan memang sering tidak terlihat oleh mata manusia, namun justru di sanalah Kristus hadir.

Sekalipun membutuhkan pengorbanan, mengikuti panggilan Tuhan adalah pilihan yang terbaik, apa pun risikonya. Berat, tetapi menjadi berkat.

Oleh karena itu, kita perlu belajar dari murid-murid Yesus yang menyambut panggilan Yesus dengan positif dan penuh sukacita. Panggilan melayani bukanlah sebuah profesi dengan upah materi atau pujian manusia, melainkan sebuah respons kasih atas apa yang sudah Tuhan Yesus lakukan bagi kita.

Mari kita merenungkan kembali motivasi pelayanan kita. Mari dengan jujur kita menjawab pertanyaan ini: apakah kita melayani agar dinilai rohani oleh orang lain, atau kita melayani karena kita sadar bahwa Kristus telah lebih dahulu melayani dan menyelamatkan kita?

(Pnt. Risawati Tjokronegoro)