SURAT-SURAT PAULUS (Oleh DR Wenas Kalangit)

 

Catatan Umum

Surat-surat Paulus

Hampir separuh PB, yakni 13 kitab, memakai nama Paulus sebagai penulisnya (= Surat- surat Paulus). Selain itu, dalam satu kitab lainnya (Kisah Para Rasul), lebih dari separuhnya berisi tentang sosok yang sama, yakni: tentang bagaimana ia dipilih menjadi rasul dan bagaimana ia memberitakan kabar baik ke seluruh wilayah kekaisaran Roma. Ini cukup menjadi indikasi tentang betapa pentingnya sosok ini dalam rangka pertumbuhan dan perkembangan kekristenan mula-mula. Ia berkhotbah dan mengajar di banyak tempat dalam perjalanannya melintasi batas-batas Laut Tengah. Sejumlah suratnya ditujukan kepada jemaat-jemaat atau umat yang sudah pernah ia temui sebelumnya dalam pekerjaan pemberitaan kabar baik. Tetapi, sebagian suratnya ditulis untuk jemaat atau orang yang diharapkan akan ia temui pada kemudian hari.

Meskipun nama Paulus muncul dalam 13 surat sebagai penulis, namun banyak pakar sekarang ini yang percaya bahwa Paulus bukanlah penulis sesungguhnya semua surat tersebut. Paling tidak, dari 13 surat yang ada, 7 di antaranya yang diakui sebagai berasal ‘langsung’ dari Paulus. Ketujuh surat tersebut adalah: Roma, 1-2 Korintus, Galatia, Filipi, 1 Tesalonika, dan Filemon. Tiga surat lainnya memang berisikan pengajaran-pengajaran dasar Paulus, tetapi selain itu ditemukan juga gagasan-gagasan yang tidak ada dalam tujuh surat yang disebutkan sebelumnya. Ketiga surat dimaksud adalah: Efesus, Kolose, dan 2 Tesalonika. Ketiga surat lainnya lagi, yakni surat-surat yang dialamatkan kepada pemimpin-pemimpin atau pelayan-pelayan gereja mula-mula (1 & 2 Timotius dan Titus) berbicara tentang topik ‘kepemimpinan gereja’ yang menurut banyak pakar sebetulnya nanti menjadi penting satu atau dua generasi sesudah Rasul Paulus meninggal dunia. Ketika itu, gereja-gereja setempat sudah mempunyai anggota yang semakin bertambah dan jumlah gereja-gereja local (jemaat-jemaat) juga terus bertambah.

Demikianlah, sekalipun secara tradisional surat-surat ini dikatakan sebagai surat-surat Paulus, sangatlah mungkin bahwa mereka ditulis oleh orang-orang yang sangat dekat dan mengenal baik surat-surat dan pengajaran-pengajaran Paulus. Mereka itu ingin menerapkan apa yang sudah mereka pelajari dari Paulus ke dalam persoalan-persoalan baru yang muncul di tengah-tengah jemaat.

Surat-surat Paulus memberi gambaran kehidupan banyak kelompok orang-orang Kristen mula-mula, yakni mereka yang berusaha untuk memahami apa maksud Yesus dan pengajaran-Nya di tengah-tengah kehidupan umat nyata umat dan pada masa yang akan datang. Pengajaran Paulus merefleksikan budaya dan kehidupan sosial masyarakat pada zamannya. Paulus juga memperlihatkan pemahamannya yang baik tentang Kitab Suci Yahudi (Perjanjian Lama) dan pengetahuannya tentang filsafat Yunani. Katakanlah bahwa Paulus menggunakan semua pengetahuan, pemahaman, dan pengalamannya untuk memberitakan kabar baik mengenai Yesus Kristus. Ia menyadari dirinya sendiri sebagai orang yang dipilih untuk menyebarkan ‘Injil’ yang ‘adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya … (Rom. 1:16).

1

Bina Teologia Jemaat GKI Kavling Polri

1. Surat Roma (sekitar tahun 55-56 M).
Surat ini Paulus tulis setelah ia menyelesaikan pekerjaan penginjilannya di Asia Kecil dan Yunani. Ia bermaksud memulai pekerjaan yang sama di Spanyol (15:22-32). Ia berharap memperoleh bantuan dari orang-orang Kristen di Roma untuk maksudnya ini. Dalam surat ini, ia memaparkan ikhtisar Injilnya tentang Yesus Kristus. Surat ini lebih daripada hanya sebuah sebuah surat. Ia lebih menyerupai sebuah esei. Dalam gereja mula-mula, komunitas Kristen asal Yahudi dan bukan Yahudi (kafir) sering berselisih pendapat mengenai siapa yang ‘layak’ menjadi umat Kristen dan bagaimana seorang Kristen harus hidup. Dalam surat Roma, Paulus secara tegas menyatakan bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang percaya, tidak menjadi soal dia Yahudi atau bukan Yahudi (1:16).

Susunan Surat Roma secara singkat:
– Paulus memperkenalkan diri dan Injilnya (1;1-17)
– Semua orang berdosa di hadapan Allah (1:18-3:20)
– Bagaimana Allah menerima umat manusia (3:21-4:25) – Hidup baru dalam Iman (5:1-8:39)
– Allah peduli terhadap umat Israel (9:1-11:36)
– Hidup sebagai anggota Tubuh kristus (12:1-15:13) Rencana Paulus dan salam pribadinya (15:14-16:27).

2. Surat I Korintus (sekitar tahun 53/54 M).
Paulus sendiri sudah bekerja di kota perdagangan yang penting ini selama 18 bulan. Lalu ia mendirikan gereja di sana. Ia menerima surat dari orang-orang Kristen di sana mendengar laporan mengenai masalah-masalah yang dihadapi warga jemaat. Ia berharap bahwa suratnya ini sampai di Korintus sebelum Timotius, temannya, tiba di sana. Ia meminta supaya ia disambut hangat. Sementara itu,Pauslus sendiri akan berkunjung lagi ke sana.
Dari surat ini kita bisa tahu apa masalah yang dihadapi orang-orang Kristen mula-mula. Surat ini terutama sekali populer dengan pembahasannya mengenai karunia-karunia rohani dan pemahaman Paulus bahwa ‘kasih’ adalah karunia rohani terbaik (pasal 12-14). Pasal 15 berisi pernyataan-pernyataan Paulus yang sangat menguatkan, yakni bagaimana Allah telah mengalahkan maut dan menjanjikan kehidupan baru bagi setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus
.
Susunan surat I Korintus
– Salam dan doa syukur (1:1-9)
– Disatukan oleh Salib Kristus (1;10-2:16)
– Mempercayai pengajaran Rasul Allah (3;1-4:21)
– Nasihat tentang masalah-masalah dalam hubungan seorang dengan yang lainnya (5:1- 7:40).
– Hormati Allah, bukan berhala (8:1-11:1)
– Petunjuk mengenai ibadah dan pemakaian karunia-karunia rohani (11:2-14:40).
– Makna kemenangan Kristus atas kematian (15:1-58)
– Rencana ke depan dan salam akhir (16:1-24).

2

Bina Teologia Jemaat GKI Kavling Polri

3. Surat II Korintus (sekitar tahun 55/56 M).
Ini merupakan surat yang rumit karena tampaknya merupakan gabungan dari sejumlah surat yang ditulis dalam suasana yang tidak sama. Kunjungan Paulus yang disebut dalam I Kor. Tampaknya merupakan malapetaka. Paulus dihina oleh sebagian orang di dalam jemaat Korintus (II Kor. 5:5). Kerasulannya dianggap ‘lemah’ oleh pekabar-pekabar injil lainnya yang datang ke Korintus (II Kor 10:10-11; 11:4-6). Tampaknya Paulus membatalkan kunjungannya ke Korintus dan menulis surat yang bernada sangat keras (II Kor 1:23-2:4). II Kor 1-7 berisikan ucapan terima kasih karena hubungan Paulus dan jemaat Korintus sudah dipulihkan melalui campur tangan Titus.Tetapi II kor 10-13 ditulis dengan nada yang sangat menyedihkan. II Nkor 8-9 berbicara tentang pokok yang lain, yakni mengenai pengumpulan bantuan untuk orang-orang miskin di Yerusalem. Demikianlah, diduga kuat surat ini merupakan gabungan beberapa surat.

Susunan Surat II Korintus:

– Salam dan doa ucapan syukur (1:1-11)
– Paulus ingin berdamai dengan para penantangnya (1:12-6:13; 7:2-16). – Sebuah penggalan surat lainnya (6:14- 7:1)
– Dorongan supaya memberi dengan sukacita (8:1-9:15)
– Pembelaan diri Paulus (10:1-12:21)
– Peringatan dan salam (13:1-13).

4. Surat Galatia (sekitar tahun 55 M).
Jemaat Galatia dibangun ketika Paulus berkunjung ke sana (4:13). Beberapa lama kemudian, Paulus mendengar bahwa keadaan jemaat di sana berubah. Warga Kristen Galatian umumnya berlatar belakang kafir (tidak disunat). Tetapi, penginjil lainnya menggugat keada-an ini. Paulus bercerita ulang pengalamannya sendiri dalam hubungan dengan teman-teman rasulnya di Yerusalem (Gal 1:11-2:14). Ia menegaskan bahwa semua rasul setuju bahwa orang kafir yang menjadi Kristen tidak harus memenuhi ketentuan Yahudi (termasuk sunat).

Susunan Surat Galatia:

– Paulus membela kerasulan dan beritanya (1:1-2:21)
– Iman kristus: jalan menjadi anak-anak Allah (3:1-4:31)
– Kristus memberi kemerdekaan, dan Roh Kudus memimpin (5:1-6:10). – Peringatan terakhir (6:11-18).

5. Surat Efesus (waktunya tidak bisa ditentukan).
Surat ini mempunyai banyak kesamaannya dengan surat Kolose. Pasal-pasal terakhir surat ini memberi peringatan kepada para pembaca supaya hidup kudus, menanggalkan semua praktek kehidupan yang ditunjukkan oleh orang-orang kafir.

Susunan Surat Efesus

– Salam, berkat, dan doa (1:1-23)
– Kristus membawa persatuan dan damai kepada umat Allah (2:1-3:21)

3

Bina Teologia Jemaat GKI Kavling Polri

– Hidup sebagai Tubuh kristus, anak-anak terang (4:1-6:24)

6. Surat Filipi (sekitar 52/54 M).
Ini ditulis dari penjara dan diantar oleh Epafroditus. Penjara di mana? Sulit ditentukan. Paulus sendiri sempat dipenjarakan selama beberapa kali (Lih: I Kor 15:32; 2 Kor 1:8-11; 11:23). Meskipun mengalami situasi sulit, Paulus ingin mengingatkan orang-orang di Filipi supaya tetap setia kepada kabar baik tentang Kristus yang diberitakannya dulu (4:15-17). Paulus mengingatkan jemaat bahwa mereka juga bisa saja mengalami penderitaan, sama seperti dirinya sendiri (1:30; 2:17,18), tetapi mereka tidak perlu gentar menghadapi penderitaan seperti itu, sebab kristus memberikan … kekuatan menghadapi segala sesuatu (4:13).

Susunan Surat Filipi:

– Salam dan ucapan syukur Paulus (1:1-11)
– Hidup untuk Kristus (1:12-2:18)
– Kata-kata dorongan dan nasihat (2:19-4:9)
– Ucapan syukur dan salam terakhir (4;10-23).

7. Surat Kolose (sekitar tahun 62/70).
Oleh karena banyak ungkapan yang tidak sama dalam surat ini dibandingkan dengan surat-surat Paulus lainnya, maka banyak ahli berpendapat bahwa ini bukan ditulis oleh Paulus. Dari 1:6-7, kita memperoleh kesan bahwa jemaat ini bukan didirikan oleh Paulus melainkan oleh Epafras. 2:1 memberi kesan bahwa orang-orang Kolose ini tidak ada yang mengenal Paulus. Warga jemaat sedang berhadapan dengan ancaman yang berasal dari para guru palsu. Mereka menggabungkan kepercayaan kepada Kristus dengan unsur- unsur mistisisme Yahudi. Surat ini ditulis (memakai nama Paulus) untuk menguatkan warga jemaat supaya tidak disesatkan dan meninggalkan Yesus.

Susunan Surat Kolose:
– Salam, doa, dan pujian kepada kristus (1:1-23)
– Pengajaran tentang kebenaran Kristus (1:24-2:23) – Hidup Baru dalam Kristus (3;1-4:6)
– Salam dan nasihat terakhir (4:7-18).

8. I Tesalonika (sekitar 51 M).
Paulus mencemaskan keadaan jemaat yang baru didirikannya ini. Ia juga sudah mengutus Timotius untuk mencaritahu keadaan jemaat tersebut. Timoitus memberitahu bahwa iman dan kasih jemaat bertumbuh baik. Timotius juga melaporkan tentang gangguan yang dialami oleh jemaat mengenai saudara-saudara mereka yang telah meninggal dunia. Surat ini ditulis untuk menguatkan mereka.

Susunan Surat 1 Tesalonika

– Iman Jemaat Tesalonika dan pekerjaan Paulus (1;1-3:13) – Kehidupan Kristen dan kembalinya Kristus (4;1-5:22) Salam terakhir (5:23-28).

4

Bina Teologia Jemaat GKI Kavling Polri

9. II Tesalonika (waktunya tidak bisa ditentukan).
Pasal 2:2 menunjuk kepada sepucuk surat yang katanya ditulis oleh Paulus. Surat ini telah membuat orang-orang Kristen di sana berpikir bahwa hari penghakiman sudah tiba. Penulis surat ini (memakai nama Paulus) mengingatkan mereka supaya tidak menerima pengajaran seperti itu. Hari penghakiman itu akan tiba sesuai dengan kehendak Tuhan sendiri. Pada masa sekarang, orang-orang Kristen harus hidup secara baik, bekerja keras, dan saling mengasihi.

Susunan Surat II Tesalonika:
– Yang benar tentang kedatangan kembali Kristus (1;1-2:17) – Doa dan peringatan (3:1-18).

10-12 I-II Timotius & Titus (sekitar tahun 100/110 M).
Timotius dan Titus adalah dua sahabat penting Paulus. Mereka sering diutus untuk mengunjungi jemaat-jemaat yang Paulus sendiri tidak sempat kunjungi. Ketiga surat ini, disebut juga ‘Surat-surat Pastoral’, seakan-akan Paulus sedang berada di dalam penjara di Roma. Tetapi sebetulnya gambaran yang terungkap dalam surat ini bukanlah situasi hidup Paulus tahun 50-an dan 60-an. Dalam surat-surat ini, Timotius dan Titus dihadirkan sebagai model untuk orang-orang yang memperoleh kepercayaan memimpin jemaat.

Susunan I Timotius

– Pengajaran mengenai kehidupan jemaat (1:1-3:13)
– Iman yang benar dan peringatan tentang ajaran palsu (3;14-4:5)
– Nasihat kepada Timotius dan pemimpin jemaat lainnya (4:6-6:21)

Susunan Surat II Timotius

– Dorongan dan peringatan kepada Timotius (1:1-2:26) – Dorongan dan setia sampai ke akhir (3:1-4:8)
– Pengajaran dan salam terakhir (4:9-22)

Susunan Surat Titus

– Pemimpin jemaat dan guru palsu (1:1-16)
– Apa yang dipercayai dan bagaimana hidup sebagai orang percaya (2:1-3:15)

13. Surat Filemon (sekitar tahun 52/54 M).
Ini adalah juga surat Paulus yang ditulis di dalam penjaraa (di Efesus?). Alamatnya adalah Filemon, seorang yang menjadi Kristen karena pemberitaan Paulus. Hambanya, Onesimus, lari dan masuk penjara. Lalu Paulus membuatnya menjadi Kristen. Kini Paulus mengembalikan hamba tersebut kepada tuannya. Ia ingin agar Filemon menerima kembali hambanya yang telah lari itu sebagai saudara Kristen, bukan sebagai seorang yang harus dihukum.

Susunan Surat Filemon

– Salam dan doa untuk Filemon (1-3)

5

Bina Teologia Jemaat GKI Kavling Polri

  • –  Pesan kepada Filemon mengenai Onesimus (4-22)
  • –  Salam dan doa terakhir (23-25).
    ==============================================================
    

    BIODATA SINGKAT

    Nama: Wenas Kalangit

    Pendidikan:

    • –  Sarjana Teologi di UKIT (Tomohon), 1978
    • –  Master Teologi di SEAGST (STT Jakarta), 1988
    • –  Doktor Teologi di SEAGST (STT Jakarta), 1995, bidang studi PB
    • –  Post-Graduate Studies bidang Linguistics, ANU, Canberra, 2002-2003.

      Pekerjaan:

  • –  Pendeta Gereja Masehi Injili Sangihe Talaud (GMIST), diteguhkan pada April 1980.
  • –  Dosen tetap di UKIT, 1982-1998.
  • –  Pembantu Dekan I Fakultas Teologi UKIT, 1996-1998.
  • –  Pembina Penerjemahan di Lembaga Alkitab Indonesia, 1998 – sekarang.
  • –  Kepala Pusat Pengkajian Alkitab LAI, 2003-2005
  • –  Pemimpin Redaksi Jurnal Forum Biblika (2003-2005).
  • –  Kepala Dept. Penerjemahan LAI, 2005 – sekarang.

Bogor, 1 November 2007

6

Bina Teologia Jemaat GKI Kavling Polri

arrow