Relation

Bacaan: Efesus 4: 23-35

 

Relasi yang hangat, intim dan dekat antar manusia, antar anggota keluarga, antar rekan² pelayanan dijalin oleh benang² halus, yang bernama perasaan.

Relasi yang dibangun dengan mengandalkan logika yang dituangkan dalam rangkaian kata², tanpa menyertakan perasaan hanya akan menyebrangkan informasi belaka, tidak menyebrangkan isi hati.

Bahkan sering yang terjadi logika dan rangkaian kata² dapat menyembunyikan isi hati yang sesungguhnya, sehingga relasi antar sesama diwarnai dengan kepalsuan belaka

Kita masih ingat ketika hamba Bapa Abraham meminta minum kepada Ribka di sebuah Sumur, lalu Ribka mengisi bebannya, memberi minum hamba Bapa Abraham dan bukan hanya itu saja, dengan senang hati ia memberi minum 10 ekor unta yang menyertainya

Ribka ketika menerima permohonan ia mengaktifkan perasaannya, digunakannya mata untuk memperhatikan bahwa ia datang bersama siapa? Diaktifkan hatinya untuk turut merasakan rasa haus yang dialami oleh rombongan yang ada di hadapannya

Ketika kita menjalin relasi dan mengaktifkan perasaan kita akan menaruh perasaan kita di dalam hati orang² yg berkomunikasi dengan kita, sehingga kita tidak terperangkap memahami orang lain dari rangkaian kata² yang disampaikan kepada kita

Perasaan akan berfungsi dengan baik apabila hati kita tidak keruh, tidak menyimpan kebencian, kemarahan, kejahatan oleh karena itu firman Tuhan mengatakan kepada kita:Efesus 4:31-32 (TB)  Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.

Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.

Orang² yang menyimpan kepahitan, dengki, dendam, dan luka² batin tidak akan dapat membangun relasi dengan baik.

Sebab bagaimana ia bisa masuk ke dalam perasaan orang lain sementara ia sendiri takut untuk masuk ke dalam perasaannya yang menyimpan luka, dengki dan benci.

Kalau kita merindukan relasi yang hangat, dekat dan intim dengan sesama, bersihkanlah hati kita, dan bangunlah relasi dengan benang² halus yang disebut perasaan

Tuhan Yesus memberkati

arrow