Pahlawan Tanpa Topeng

Matius 5 : 13-16

Pernahkah saudara berpikir, mengapa para pahlawan dalam komik ataupun film harus menggunakan topeng? Apa fungsi dari topeng tersebut? Untuk menutupi identitas mereka, hingga para musuh tidak mengetahui siapakah sebenarnya mereka? Hingga mengurangi resiko para musuh mereka mengincar mereka ataupun orang-orang terdekat mereka dalam kehidupan sehari-hari. Atau untuk menutupi bahwa mereka hanyalah manusia biasa yang juga memiliki begitu banyak kelemahan dan kegagalan di dunia nyata, ketika mereka hidup tanpa topeng?

Terlepas dari apa alasan sebenarnya para super hero ini menggunakan topeng, sebuah kebenaran muncul ke permukaan, bahwa setiap pahlawan super memiliki dua identitas diri, yang terlepas satu dengan yang lain. Ketika mereka membela kebenaran dan menyatakan keadilan, mereka menggunakan topeng, sedangkan ketika mereka tidak menggunakan topeng mereka layaknya masyarakat kebanyakan yang hanya diam membisu, dan sekedar menjadi penonton. Ironis bukan?

Ya, namun itulah yang menjadi wajah kehidupan masyarakat kita. Bahwa kebenaran sulit sekali untuk ditegakan karena lebih banyak orang yang memilih untuk diam, hingga orang yang resah melihat ketidakadilan terjadi dalam kehidupan masyarakat, memilih untuk menggunakan topeng untuk membela kaum lemah. Pergumulannya, dalam dunia nyata tidak ada pahlawan bertopeng, hasilnya, tidak ada orang yang mau menjadi pahlawan. Bahkan ironis, ketika ada orang yang benar-benar memperjuangkan kebenaran dan keadilan mendapat sindiran: ”nggak usah jadi pahlawan kesiangan deh!

Membela kebenaran dan keadilan bukan menjadi kerinduan setiap orang, bahkan menjadi momok yang menakutkan, hingga setiap orang memilih untuk diam. Namun itulah yang Tuhan inginkan untuk kita lakukan.

Tuhan ingin kita membela kebenaran dan keadilan. Bukan untuk menjadi seorang pahlawan. Namun agar kehidupan yang sungguh baik menjadi kenyataan dan bukan hanya impian. 

Yesus, ketika datang ke dunia, tidak pernah bercita-cita untuk menjadi seorang pahlawan. Kehadirannya di tengah dunia adalah karena kasih dan ketaatannya kepada Allah BapaNya, juga kasihNya kepada umat manusia. Jadi membela kebenaran dan keadilan adalah wujud dari kasih itu sendiri, bukan dari sekedar ketidaknyamanan atau keresahan. Setiap tindakan kasih pasti mewujud dalam rupa pengorbanan, termasuk dinilai seluruh kehidupannya setiap waktu. Seseorang yang memiliki kasih yang sejati tidak akan membiarkan dirinya dihambat hanya karena tidak ‘membawa topengnya’ untuk tetap menunjukkan apa yang baik dan benar. Itulah Pahlawan yang sesungguhnya, pahlawan tanpa topeng.

Bila Allah ada di dalam kita, maka seharusnya kita hidup di dalam kasih terhadapNya dan terhadap sesama bukan? Jadi ketika kita tidak mampu menjadi pahlawan tanpa topeng, memilih untuk berdiam ketika ketidakadilan dan ketidak-benaran merajalela, jangan-jangan karena Allah tidak menjadi bagian yang menyatu dalam diri kita, karena kasih yang sesungguhnya melenyapkan ketakutan. Kenakanlah Kasih itu, mintalah Allah berdiam dalam diri kita, dengan begitu tanpa ketakutan, kita menjadi pahlawan-pahlawan iman yang Allah inginkan.  YLH

arrow