NATAL DALAM KEHENINGAN DAN KESEDERHANAAN

Natal adalah pemberian Allah bagi manusia. Sejauh mana kita dapat melihat pemberian itu sebagai anugerah dan bukan pemberian yang murahan atau sekedar cuma-cuma? Natal adalah kesediaan Allah untuk melihat kebutuhan, masuk dan menyatu dalam kehidupan manusia. Allah yang jauh dan tak terjangkau menjadi Allah yang dekat.

Sayangnya, keheningan dan kesederhanaan natal diubah oleh dunia barat menjadi moment yang penuh dengan kemewahan, keriuhan, gemerlap, dan erat dengan pesta pora. Natal tidak lagi dilihat sebagai sebuah pengorbanan di tengah kemiskinan. Bagaimana tidak? Yusuf dan Maria bukanlah keluarga kaya. Memang Yusuf adalah keturunan Raja Daud, tapi Yusuf hidup jauh dari masa Daud.

Menurut Kesaksian Injil Lukas, Yusuf dan Maria hanya menyanggupi membeli tekukur dan merpati. Merpati dan tekukur adalah persembahan yang hanya diberikan oleh mereka yang berada di bawah garis kemiskinan. Oleh sebab itu, penolakan yang dilakukan oleh para pemilik penginapan bisa terjadi bukan hanya karena penginapan yang penuh, namun karena mereka tidak memiliki uang yang dirasa cukup untuk membayar penginapan.

Selain itu Betlehem adalah kota kecil, berpenduduk sangat sedikit, dan bukanlah tempat tujuan wisata ataupun perdagangan pada masa itu. Bahkan Betlehem dijuluki sebagai kota yang terkecil diantara semua kota di kerajaan Yehuda. Maka seharusnya penginapan akan banyak kosong, karena semua orang akan kembali ke rumah keluarga mereka.

Kisah Natal menajdi kisah yang biasa, bahkan kisah yang penting dan menarik. Bahkan banyak orang pada masa itu melupakannya hingga bertahun-tahun kemudian. Tak heran, bila kisah kelahiran Kristus hanya ditulis dalam Injil Lukas dan Matius, yang bahkan 10-15 tahun lebih muda dari Injil tertua, Markus.

Keajaiban Natal ada dalam keheningan, kita tidak dapat melihatnya, namun kita dapat memilih mengingat, merasakan dan mempercayainya. Dalam keheningan kita mampu merasakan dengan lebih jelas dan lebih dekat kehadiran Yesus. Disanalah kita akan menemukan sukacita yang tak tergantikan oleh siapapun. Berilah diri kita dalam keheningan, maka kita akan menemukan keajaiban yang sesungguhnya.

arrow