MENJANGKAU YANG TAK TERJANGKAU

YESAYA 65:1-9

MAZMUR 22:20-29

GALATIA 3:23-29

LUKAS 8: 26-39

Pernahkah saudara merasakan perkerjaan tangan Tuhan? Pernahkah  saudara memberi kesaksian tentang pekerjaan tangan Tuhan itu kepada sesama? Pekerjaan tangan Tuhan disini bukan sesuatu yang saudara ketahui, namun yang sungguh Saudara alami. Pengalaman tentang Tuhan berbicara banyak kepada diri sendiri, maupun orang-orang yang ada di sekitar kita. Pengalaman memberi rasa lebih banyak ketimbang bicara soal teori dan dogma tentang siapa Tuhan dan apa yang dapat diperbuatNya. Pengalaman begitu kuat memberi pengaruh kepada manusia. itulah mengapa banyak orang juga berbohong tentang pengalaman yang dialami mereka sekedar untuk memberi kesan ‘wah’ dan hebat kepada dirinya. 

Menjangkau mereka yang tak terjangkau, seringkali dapat dilakukan bukan dengan cara mengajar, apalagi memaksa, namun berkisah tentang bagaimana hidup kita diubah dan akhirnya menunjukkan perubahan yang sungguh nyata. Dengan kisah-kisah yang membangun, mengguggah dan menyentuh nurani mereka yang pada awalnya jauh, dapat menjadi dekat; yang asing menjadi lekat; dan yang tidak dikenal menjadi akrab. Kisah-kisah tersebut mampu menembus semua lapisan dan tembok pemisah yang ada di tengah dunia. Dengan cara itula kekristenan pertama kali menjangkau manusia. Kisah-kisah perubahan paa murid, hingga akhirnya menjadi para rasul, mewarnai kehidupan jemaat dari masa ke masa. Kisah mengharukan, menguatkan, menginsirasi menjadi penolong umat untuk mengenal siapa Yesus. 

Namun, semua kisah-kisah tersebut hanya akan berhenti menjadi sebuah kisah bila kita tidak memperhatikan faktor-faktor yang lain. Bahkan kisah-kisah tersebut dapat dengan mudah diputar balikan dijadikan HOAX, hingga akhirnya nama Yesus bukan dipuja oleh banyak orang, bahkan dihujat. Kita yang dipanggil untuk menjangkau perlu memahami dengan tepat apa tujuan Yesus menjangkau yang tidak terjangkau; menyentuh yang tak tersentuh. 

APA YANG MENJADI MISI UTAMA ALLAH BAGI DUNIA?

  1. BAHWA ALLAH INGIN MENGARUNIAKAN KESELAMATAN YANG HOLISTIK.

Bila kita membaca kitab nabi Yesaya, nampak sekali bagaimana rencana Allah bagi umat. Namun kita dapat memiliki dua sudut pandang dalam merespon tulisan sang nabi. Kita dapat berfokus pada pemusnahan yang akan Allah berikan kepada umat yang berdosa, bagaimana Allah akan membalaskan kesalahan mereka, bahkan kesalahan nenek moyang mereka. Melalui sudut pandang tersebut kita sulit untuk melihat kasih setia Allah bagi umatNya. Yang kita lihat adalah bertapa mengerikannya bila Allah murka dan betapa pendendamnya Dia, bila kesalahan nenek moyang kita saja masih diingatNya. Dengan mudah kita dapat beranggapan bahwa Ia adalah Allah yang kejam dan pendendam. Namun ada sudut pandang lain yang dapat kita jadikan sebuah pengharapan dan bentuk dari kasih Allah yang besar itu. Allah tidak hanya menginginkan keselamatan bagi kita, namun bagi keturunan-keturunan kita, bagi semua ciptaanNya. Dengan nubuat yang disampaikan nabi Yesaya, sebenarnya Allah sedang mendorong umatNya hidup dalam karya kasihNya, bahkan bukan hanya mereka, namun bagaimana mereka juga menjadi harapan bagi anak cucu mereka. Bagaimana mereka juga terus memelihara dan membawa Anak cucu mereka dalam jalan karya keselamatan. Allah mau semua keturunan kita memperoleh warisan yang sama, warisan akan berkat Allah yang tidak berkesudahan. Allah ingin keselamatan dirasakan bukan hanya nanti, namun sekarang, disini, di dunia. Mengusahakan keselamatan yang dianugerahkan dalam seluruh kehidupanlah yang akan membawa keselamatan yang menyeluruh dan mampu dirasakan setiap harinya.

2. BAHWA KASIH ALLAH MENJADI PENGHUBUNG DALAM SETIAP PERBEDAAN

Kasih adalah faktor utama yang harus dimiliki oleh setiap kita yang dipanggil dan terpanggil untuk menjangkau mereka yang tak terjangkau. Tanpa kasih Allah apa yang kita lakukan untuk sesama melulu akan berpusat pada diri kita. Kita akan melakukan segala sesuatu untuk kepentingan

Kita dan tidak akan pernah untuk kepentingan sesama. Kasih Allah adalah pendorong yang utama dan tidak pernah boleh menjadi yang terakhir. kasih Allahlah yang memampukan kita melihat mereka yang jauh dan tak terjangkau oleh mata jasmani kita yang lebih suka memandang apa yang indah menurut diri.  Kasih Allah jugalah yang memampukan kita melihat bukan untuk mencari perbedaan, namun menemukan kesamaan-kesamaan yang memungkinkan kita untuk berelasi dan bekerja sama secara sehat. Kasih akan membuat kita memiliki inisiatif yang tidak mudah dipatahkan oleh penolakan dan fitnah sekalipun. Kasih membuat kita bertahan dalam situasi-situasi yang paling menyakitkan dan menakutkan sekalipun. Kasih memberikan kita hati yang besar untuk menerima perlakukan paling kejam dan tidak mampu diterima oleh manusia sekalipun, sebagaimana Yesus tunjukkan melalui kematianNya di atas kayu salib. 

Kasih bukan teori dan jangan hanya menjadi sekedar tema ibadah, apalagi diumbar melalui kata saja. Kasih adalah bentuk kata sekaligus laku manusia. Kasih membutuhkan bentuk yang  nyata. Hingga orang lain mengenal apa itu kasih dan siapakah Kasih itu sesungguhnya. Dengan menerima kasih, kita mengalami kasih, dan pengalaman akan kasih akan menghantar kita kepada hidup yang memberikan kesaksian, bahkan menjadi magnet bagi mereka yang jauh dan tak terjangkau. karena tidak ada satupun orang yang akan dan dapat menolak kasih sejati. 

3. BAHWA IBLIS MENJADI LAWAN YANG BANYAK BAGI KITA MENEMUKAN DAN MENJANGKAU YANG TAK TERJANGKAU

Iblis, ya Iblis, adalah sosok yang tidak pernah menginginkan keselamatan dialami oleh manusia. Sejak dunia ini diciptakan Iblis telah menguasai begitu banyak ciptaan. Yang pada awalnya baik dan benar dirusaknya sedemikian rupa. Sayangnya banya manusia di jaman modern ini tidak lagi percaya dengan adanya iblis dan setan. Iblis dan setan dianggap adalah Bagian dari masa lalu, yang kuno dan bersifat tahayul. Padahal bila kita memahami dengan benar apa yang Tuhan ingin sampaikan dalam Alkitab, bahwa Iblis adalah sosok yang nyata, dan menjadi musuh manusia sepanjang masa. Iblis di masa modern memang tidak tampil dalam rupa-rupa yang menyeramakan hingga dapat dengan mudah dikenali dan dijauhi manusia. Sebaliknya Iblis menggunakan rupa-rupa yang baru, yang jauh lebih menarik, namun sekaligus melancarkan serangan yang semakin mematikan dari waktu ke waktu. Begitu banyak manusia dengan mudah dikuasai Iblis dalam hati dan pikiran mereka hingga mereka dengan mudah menyebar kebencian dan bukan kasih dan kepedulian. Dengan mudah mereka juga menggunakan bahasa-bahasa politis, mencoba untuk merebut hati dengan keadilan serta kebenaran sebagai topeng dari hal-hal jahat yang tersembunyi. Iblis bekerja lebih keras dan lebih masif melalui HOAX dan ujaran-uajran kebencian yang sekarang merajalela dengan begitu mudah dari ponsel ke ponsel, dari media sosial yang satu ke media sosial yang lain. Mereka memiliki banyak wajah dan wujud. Maka kita harus siap dan sigap. Menjadi jemaat yang kritis dan senantisa bertanya dan bukan hanya menerima ‘kebenaran’ dan mengganggap itu adalah kebenaran sejati. Ujilah segala sesuatu, karena jangan-jangan kita jugalah yang telah menjadi alat bagi Iblis untuk menggagalkan misi Allah di tengah dunia.

arrow