MENGASIHI DIRI SENDIRI

Sudahkah saya dan saudara mengasihi diri sendiri? Banyak dari kita mungkin akan menjawab sudah. Namun sudahkah kita mengasihi diri secara tepat? Ada kalanya kita menganggap bahwa kita telah megasihi diri, tapi nyatanya kita tidak melakukannya secara tepat. Kita Hanya merasa telah mengasihi diri, padahal hanya memuaskan keinginan diri. Memuaskan diri sendiri tidak sama dengan mengasihi diri.

Pemuasan diri hanya berfokus pada diri keinginan, yang belum tentu membawa kebaikkan pada diri. Sedangkan mengasihi diri harus membawa kebaikkan, pertumbuhan, hal-hal yang positif bagi diri. Apa saja contohnya? Orang yang memuaskan diri akan melakukan segala sesuatu yang ia suka, walau ia tahu bahwa itu tidak baik bagi dirinya (baik bagi kesehatan tubuh, jiwa, roh dan pikiran). Misalkan: tidur, menonton, makan-makanan kesukaan terlalu banyak , juga kebiasaan-kebiasaan yang membawa dampak buruk lainnya seperti merokok, minum minuman keras, berjudi, dan lain sebagainya. Semuanya itu dapat memabwa kebahagiaan, karena merupakan aktivitas yang mampu memberikan kepuasan bagi diri kita.

Bagaimana mengasihi diri? Mengasihi diri adalah melakukan segala sesuatu yang mungkin tidak kita sukai tapi membangun diri kita secara positif. Misalnya: berolah raga secara teratur, membaca Firman Tuhan setiap hari, makan buah buahan dan sayur-sayuran, membaca bacaan-bacaan sehat dan menginspirasi, tidur tepat waktu, bekerja sesuai waktu dan tidak memaksakan diri. Bukan hal yang mudah bukan, namun itulah arti mengasihi diri. Dan ketika kita mampu mengasihi diri, kita akan mampu mengasihi sesama kita dengan tepat pula. ingat, bahwa mengasihi diri sama sekali berbeda dengan memuaskan diri, oleh karena itu mengasihi sesama juga tidak sama dengan memuaskan sesama.

Selamat mengasihi diri!

arrow