Kristus, Raja Semesta

Bacaan: Yeremia 23 : 1-6, Mazmur 46, Kolose 1 : 11-20, Lukas 23 : 33-43

Siapakah RAJA bagi saudara?

Raja bukanlah seseorang yang hanya sekedar menggunakan mahkota, bukan juga seseorang yang hanya membawa tongkat kuasa dan duduk di takhta. 

Seorang dapat disebut raja karena ia memiliki KUALITAS sebagai seorang raja. Dan kualitas tersebut bukanlah kualitas asal-asalan :

1. Ia bernilai tinggi, bukan hanya karena statusnya sebagai anak Ratu dan Raja sebelumnya.

2. Kualitas diri yang tinggi (kepandaian dalam segala aspek IQ, emosi, spiritual, sosial) bila tidak dapat mencapai kualitas minimumnya maka kesempatan untuk menjadi raja akan menjadi kecil atau bahkan tidak ada.

3. Karenanya Ia memiliki kuasa terhadap mereka yang ada di dalam pimpinan dan kekuasaannya, dan kepadanya diberikan kuasa untuk melakukan segala sesuatu.

Begitu juga pengakuan KRISTUS SEBAGAI RAJA SEMESTA, yang diakui oleh gereja sepanjang masa, bukan karena Dia adalah anak pencipta dunia. Karena manusia tidak dengan mudah mengakui kekuasaan Yesus dan status sebagai Raja. Yesus pada awalnya adalah Roh dan Ia tidak berwujud, sulit untuk dibuktikan keberadaanNya dan karyanya. Namun ketika Yesus menjadi manusia, keberadaan dan kualitasnya menjadi jelas, dengan segala penilaian yang mampu manusia berikan kepadaNya.

Yesus memenuhi semua aspek penilaian manusia, walau tanpa penilaian manusia Ia akan tetap menjadi Raja dan Pencipta Semesta, namun pengakuan manusia mengukuhkan keberadaanNya di tengah-tengah kehidupan ciptaan. Bagaimana hidupnya menunjukkan kualitas yang tidak asal-asalan, bahkan melampaui yang manusia mampu lakukan dan pikirkan. Melampaui pemahaman akan apa yang dapat dicapai oleh seorang ciptaan. 

Yesus menunjukkan kualitasnya lewat:

1.    Keberadaannya sebagai keturunan orang biasa (bukan keturunan raja) karena saat itu keturunan raja Daud menjadi orang biasa, bahkan orang miskin, yang terserak di seluruh wilayah Israel. Bahwa Yesus bukanlah keturunan bangsawan, yang kaya dan punya pengaruh, bukan anak ataupun cucu dari Herodes yang adalah raja saat itu. 

Dia bukan siapa-siapa. Bahkan di tengah dunia ini, tidak ada satupun raja yang dapat diangkat bila ia benar-benar dari orang biasa. Seorang raja hanya dapat diangkat karena ada darah biru di dalamnya yang dapat dipertanggungjawabkan melalui fakta dan diakui baik rakyat maupun dunia internasional.

2.    Bahwa Yesus mampu menunjukkan kualitas diri sebagai seorang manusia. Ia memiliki kepandaian dan hikmat diatas rata-rata, yang mampu menjadi magnet bagi begitu banyak orang yang haus akan kebenaran, maupun orang-orang yang hanya ingin menguji dan menjatuhkan. Namun Ia tak dapat dijatuhkan, unshakable. Ia menjadi pribadi yang tak tergoncangkan, yang tidak perlu dipertanyakan karena integritas yang luar biasa yang dimilikinya sebagai pribadi, tidak dapat dijebak, dan dipermalukan. 

     KARENA IA SENANTIASA BELAJAR, DAN  MEMPERSIAPKAN DIRI DENGAN TIDAK JEMU…. Kecerdasan emosinya mengagumkan. Ia tidak mudah disulut dan tersulut, tidak mudah marah, kecewa, dan mundur karena begitu banyak musuh yang mencoba mengobrak-abrik hatiNya. Ia bukan sekedar menahan, Ia bertahan dengan mengolah, memproses, dan mencampurkan KASIH di dalam setiap rasa sakit, kecewa, sedih, marahNya.

Bukan berarti Ia hidup tanpa rasa SAKIT, KECEWA, SEDIH, DAN MARAH. Namun semuanya itu terbalut dengan begitu sempurna di dalam kerangka aliran kasih. Hingga baik sakit, kecewa, sedih dan marah mampu diwujudkan dalam berbagai bentuk tindakan kasih yang mengagumkan…

DENGAN KECERDASAN TERSEBUT, Ia menjadi sosok yang mampu merangkul dan menguatkan mereka yang lemah, memukau mereka yang cerdas dan berpendidikan; menyentuh yang keras dan dingin karena tempaan hidup dan trauma; mengangkat yang putus asa dan dalam tekanan; menarik perhatian dari para penguasa dan menumbuhkan iri dalam hati mereka yang picik. Kemampuan sosialnya membuatnya diterima sekaligus dibenci, disanjung sekaligus dihujat, namun itu semualah yang membawanya pada status dan pengakuan dunia, bahwa Ia-lah yang pantas menerima Hormat dan Kemuliaan.

Karena fakta tersebut telah menjadi pengakuan kita sebagai gereja, sebagai umat dari kerajaan Allah yang begitu besar dan agung tersebut, maka dengan DILANDASI UCAPAN SYUKUR karena kita beroleh kesempatan untuk menjadi bagian dari KERAJAAN ALLAH tersebut, KITA MEMBAKTIKAN DIRI DENGAN CARA YANG SAMA DENGAN SANG RAJA KITA.   ~YLH~

arrow