KELUARGA: MEMBANGUN BENTENG

“Kasus kekerasan seksual terhadap anak yang meningkat tajam dalam tiga tahun terakhir menyadarkan banyak pihak betapa rentannya nasib anak. Di tengah kondisi negara atau kota belum mampu menciptakan kondisi yang aman dan nyaman bagi anak, keluarga perlu menjadi benteng pelindung mereka.” Kompas, 15 Januari 2013

Penggalan artikel di atas hanyalah salah satu contoh ancaman yang dihadapi oleh keluarga di masa kini. Seiring berjalannya waktu, semakin banyak ancaman yang harus dihadapi keluarga, dan ancaman tidak hanya berasal dari luar, namun juga dari dalam keluarga itu sendiri.

Keluarga memiliki peran yang sangat besar untuk menjaa semua anggota keluarganya, karena keluarga adalah tempat dimana masing-masing anggota keluarga saling menjadi tempat perlindungan. Keluarga menjadi tempat saling belajar, mengingatkan, memberi pengetahuan, menguatkan, sehingga ancaman sebesar apapun dapat dihindari dan diatasi dengan baik.

Namun terkadang, keluarga lupa akan fungsinya. Orang tua lupa peran dan tugasnya. begitu pula anak- anak. Pengetahuan orang tua dalam melindungi anak dari beragam ancaman masih sangat minim. Bahkan orang tua sekalipun tidak dapat melindungi diri dari ancaman-ancaman yang dapat menggoncang hubungan diantara mereka.

Belum lagi, sebagai anak-anak Tuhan, kita diperhadapkan dengan lebih banyak ancaman. Musuh kita bukanlah darah dan daging, namun pemerintah-pemerintah dan roh-roh jahat di udara. Mereka siap siaga untuk mengancam kehidupan keluarga kita. Ketika seluruh anggota keluarga tidak mampu menjaga diri sendiri, mereka tidak akan mampu untuk saling menjaga satu dengan yang lain, akhirnya, keluarga tidak lagi mampu menjadi benteng bagi anggota-anggotanya. Keluarga hanya menjadi bangunan rapuh yang akan runtuh terkena goncangan sedikitpun.

Bagaimana menjadikan keluarga sebagai benteng? sedangkan setiap anggota keluarga hanyalah manusia yang rapuh dan terbatas. Kalau bukan Tuhan, siapa lagi yang dapat kita andalkan?
Jadi, undanglah Tuhan lebih dalam, biarkan Dia terlibat secara penuh dalam setiap aspek kehidupan kita. Jangan biarkan kita menjadi pribadi yang rapuh! Mintalah kepadaNya sang pemberi perlindungan untuk menguatkan, memberi hikmat, bijak, hingga tantangan tidak mengalahkan iman dan ancaman tidak menghancurkan kehidupan.

arrow