KELUARGA: JANGKAR DI TENGAH BADAI HIDUP

Jangkar adalah sebuah perangkat penambat kapal, ke dasar perairan, di laut, sungai ataupun danau, sehingga tidak berpindah tempat karena hembusan angin, arus, ataupun gelombang. Jangkar dihubungkan dengan rantai yang terbuat dari besi ke kapal dan dengan tali pada kapal kecil, perahu. Jangkar didesain sedemikian sehingga dapat tersangkut di dasar perairan. Jangkar biasanya dibuat dari bahan besi cor. wikipedia.

Setiap anggota keluarga adalah jangkar bagi satu sama lain. Ayah, Ibu, anak, kakak, adik harus bisa saling menarik dan menahan agar gelombang hidup sebesar apapun tidak akan menghanyutkan mereka dan membuat mereka terpisah dan tenggelam. Seperti jangkar, yang didesain secara khusus sehingga dapat tersangkut dan menahan bobot kapal, begitu pula dengan keluarga. Keluarga dibentuk oleh Tuhan dan didesain secara unik. Bahkan jangkar memiliki begitu banyak macam bentuk, fungsi dan letak yang berbeda satu dengan yang lain dalam sebuah kapal.
Ada jangkar yang berfungsi untuk menahan kapal di dasar laut, disebut sebagai jangkar haluan dan diletakkan di lambung kiri dan kanan kapal. Keduanya harus sama bentuk dan beratnya. Jangkar arus adalah jangkar yang bobotnya sepertiga jangkar haluan yang ditempatkan pada buritan, fungsinya untuk menahan agar kapal tidak berputar ketika sedang berhenti atau berlabuh. Ada juga yang disebuat sebagai jangkar cemat, ia hanya seperenam dari jangkar haluan. ini adalah jangkar yang paling kecil, namun memiliki fungsi yang penting yaitu mengangkat jangkar haluan yang besarnya enam kalinya. Karena ia kecil, maka dengan mudah ia dikaitkan pada jangkar haluan. Dalam hal bentuk, jangkar memiliki beragam bentuk, ada yang digunakan di kapal komersil, kapal pengangkut, kapal boat dan lain sebagainya.
Tuhan menyatukan dua pribadi yang berbeda yaitu laki-laki dan perempuan. Mereka memiliki bentuk yang berbeda, perang, fungsi, karakter yang berbeda satu sama lain, begitu jugan anak-anak. anak pertama mungkin tidak sama dengan anak ke dua dan seterusnya, bahkan sangat berbeda satu dengan yang lain.
Perbedaan yang Tuhan ijinkan ada di tengah keluarga bukan untuk diperdebatkan apalagi dipertentangkan. setiap perbedaan akan sangat berfungsi untuk saling menjaga satu sama lain. Semua Tuhan hadirkan untuk menolong satu sama lain. Hanya saja apakah setiap anggota keluarga sadar akan fungsi kehadirannya bagi satu sama lain? Bagaimana mereka tetap menjadi diri sendiri, bukan berusaha untuk menjadi sama dengan yang lain, karena masing masing sudah diciptakan dengan keunggulan yang berbeda. Hanya dengan menggunakan segala potensi dan perbedaan yang ada, keluarga layaknya kapal di tengah laut dapat tetap tegar berlayar karena semua anggota keluarga berfungsi dengan baik layaknya jangkar-jangkar pada kapal.
Namun tentunya, jangkar hanyalah alat, bagi nahkoda untuk menjaga kapal tetap berlayar dan tidak karam. Siapakah nahkodanya? tentu hanya Yesus Kristus dan tak dapat digantikan oleh siapapun. Jangkar hanya dapat berfungsi sebagaimana mestinya karena Nahkoda yang mengaturnya. Jadi setiap angota keluarga harus dengar-dengaran dengan sang Nahkoda. Bila tidak, karamlah kapal keluarga kita.

arrow