Kegigihan Mengubah Keadaan

Kejadian 32:22-31, Mazmur 121 2, Timotius 3:14-4:5, Lukas 18:1-8

Kita hidup di era teknologi. Segala sesuatu dapat diperoleh dengan mudah dan cepat. Apalagi ditunjang oleh kemajuan teknologi komunikasi. Dalam hitungan detik kita dapat mengetahui segala sesuatu yang terjadi di belahan dunia lain. Di satu sisi perkembangan ini menggembirakan, tetapi di sisi lain, kemajuan ini bukan tidak menyisakan persoalan yang serius. 

Mari kita perhatikan!

Bukankah budaya hidup instan, yang ingin mendapatkan segala sesuatu dengan mudah dan cepat, telah menjadi semangat zaman ini? Itulah sebabnya khotbah dan pengajaran yang menawarkan jalan mudah dan cepat menjadi sangat disukai. Termasuk di dalamnya mendapatkan segala sesuatu dengan biaya rendah alias ongkos yang murah : tidak perlu menderita, tidak perlu menanti, tidak perlu berjuang.

Bacaan Injil hari ini menyajikan sebuah kisah yang sangat natural tentang seorang janda, yang mewakili kelompok tersisih, yang justru mendapatkan perhatian oleh karena ketekunan dan kegigihannya. Demikian pula perjalanan hidup Yakub yang panjang demi memperoleh apa yang ia maknai sebagai berkat yang sesungguhnya, termasuk pemulihan gambar diri dan hubungannya dengan Allah dan keluarganya. Semangat yang sama hendak Paulus berikan kepada Timotius.

Panggilan untuk bertekun dan setia di dalam tugas panggilan kita, serta percaya bahwa Allah mengindahkan dan mempedulikan kita di dalam segala keadaan, tetap bergema pada masa kini.

*Diambil dari Dasar Pemikiran – Dian Penuntun, Rancangan Khotbah Leksionari

arrow