Kebaktian Online, Minggu 29 Maret 2020

Minggu Pra-Paskah V | Tema: “Yesus: Dia Yang Lapar Dan Haus”

Persiapan

  1. Baca dan pelajari terlebih dahulu seluruh bagian tata ibadah, termasuk nyanyian yang akan digunakan. Jika nyanyian terasa asing, maka ada link yang dapat di-klik untuk mendapat referensi nyanyian. Jika masih terasa asing dan sulit dinyanyikan, nyanyian tersebut dapat diganti sendiri dengan nyanyian yang lebih akrab. 
  2. Menyiapkan satu buah lilin yang dinyalakan sebelum ibadah dimulai
  3. Menyiapkan pokok-pokok doa untuk Doa Syafaat
  4. Jika dilakukan bersama keluarga, maka masing-masing dapat membagi tugas sesuai kebutuhan.
  5. Jika dilakukan seorang diri, maka setiap teks dalam tata ibadah hendaknya tetap diucapkan walau untuk diri sendiri.
  6. Jemaat diajak untuk tetap mengumpulkan persembahan setiap minggu sebagai wujud syukur kepada Tuhan, dan akan dibawa serta diserahkan ke gereja dalam ibadah pertama yang akan diadakan setelah kondisi membaik.

Saat Hening

Ungkapan Situasi

P          : Hari ini adalah Minggu Pra-Paskah kelima. Dalam minggu-minggu pra-paska, kita belajar dengan keras untuk menahan diri serta berpuasa dari segala keinginan-keinginan duniawi. Padamkanlah nafsu diri kita, sehingga Kristus yang berkuasa atas hati dan hidup kita.

(Lilin dipadamkan)

Panggilan Beribadah (Menurut Mazmur 34)

“Aku hendak bersyukur kepada TUHAN setiap waktu, dan tak henti-hentinya memuji Dia. Aku hendak bermegah-megah karena perbuatan TUHAN; Agungkanlah TUHAN bersamaku, Mari bersama-sama memuliakan nama-Nya. Aku berdoa kepada TUHAN, dan Ia menjawab, dan melepaskan aku dari segala ketakutan. Singa-singa pun lapar karena kurang makanan; tapi orang yang menyembah TUHAN tidak berkekurangan. TUHAN memperhatikan orang saleh, Ia mendengar bila mereka berteriak minta tolong. TUHAN dekat pada orang yang berkecil hati; Ia menyelamatkan orang yang patah semangat. TUHAN menyelamatkan hamba-hamba-Nya; yang berlindung pada-Nya tak akan dihukum.”

Nyanyian Pembukaan

KJ 1: 1 – 2 “Haleluya! Pujilah” 

Refrein:

Haleluya! Pujilah

Allah Yang Agung, Mahaesa

Dalam Kristus kita kenal

Allah Yang Hidup, Bapa kekal!

Langit, buana, semesta

patut memuji kuasa-Nya,

kar’na berkat-Nya tak henti

limpah kasih-Nya tak terperi.

Refrein.

Wahai dunia, soraklah!

Angkat suaramu, nyanyilah!

Tabuhlah tifa dan gendang,

iringi puji dalam tembang!

Refrein.

Doa Pembukaan

P          : Di tengah situasi dan kondisi yang semakin mengkuatirkan, kami datang ke hadirat-Mu, sambil terus percaya akan pemeliharaan-Mu, Ya Allah Mahabaik. Jiwa kami yang lapar dan dahaga rindu Engkau puaskan. Kami percaya bahwa Engkaulah Sang Roti dan Air Hidup, sehingga ketika kami percaya dan datang kepada-Mu, kami tidak akan lapar dan haus lagi. Kiranya ibadah kami saat ini berlangsung dalam pertolongan Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Amin.

Nyanyian Umat

KJ 153 “Dengarlah Kata Yesus”

Dengarlah kata Yesus,

 “Akulah Roti hidup.

Barang siapa datang kepadaKu

tidak akan lapar lagi.”

Dengarlah kata Yesus,

 “Kuberikan air hidup.

Barang-siapa datang kepadaKu

Tidak akan haus lagi.”

Pengakuan Dosa

P         : Dengan penuh sesal dan kerendahan, mari kita menghadap Allah dan mengaku segala dosa dan pelanggaran yang telah kita lakukan:                   

            Ya Allah, sebagai manusia kami membutuhkan makanan dan minuman yang mendukung kehidupan kami. Kami pun sungguh yakin bahwa Engkau, Sang Sumber Kehidupan, memelihara hidup kami. Namun, sering kami tidak peduli pada apa yang kami makan dan minum. Kami lupa menjaga tubuh ini dari makanan dan minuman yang tidak baik bagi kesehatan kami. Kesehatan yang Engkau anugerahkan kami anggap sesuatu yang sepele.

            Ya Allah, ampunilah kami ketika hidup kami hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan jasmani, dan mengesampingkan kebutuhan rohani. Kami tidak berpaut kepada-Mu, Sang Sumber Kehidupan. Hidup kami hanya untuk makan, minum serta memuaskan kedagingan kami, dan bukan hidup yang memuliakan Engkau. Keserakahan dan kerakusan melilit kami sehingga kami menjadi tidak peduli dengan sesama kami yang lain yang membutuhkan.

            Ampunilah kami ya Allah, kiranya kasih dan anugerah-Mu menguasai hati dan pikiran kami, sehingga hidup kami selalu terarah kepada-Mu, Sang Sumber Kehidupan, dan menjadi berkat bagi orang lain. Amin.

Berita Anugerah                                                             

P       : Jika kita mengaku dosa kepada Tuhan, maka Ia setia dan menganugerahkan pengampunan kepada kita, seperti yang diberitakan nabi dalam Mazmur 107: 6, 8, 9 “Maka berseru-serulah mereka kepada TUHAN dalam kesesakan mereka, dan dilepaskan-Nya mereka dari kecemasan mereka. Biarlah mereka bersyukur kepada TUHAN karena kasih setia-Nya, karena perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib terhadap anak-anak manusia, sebab dipuaskan-Nya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan.

         Demikianlah berita anugerah dari Tuhan. Mari kita bersyukur untuk anugerah-Nya. 

(Jika ibadah dilakukan bersama keluarga, maka tiap orang

dapat saling memberi salam damai dengan TIDAK berjabat tangan)

Nyanyian Umat

NKB 85 “Mengapa Yesus Turun Dari Sorga” 

Mengapa Yesus turun dari sorga, masuk dunia g’lap penuh cela;

berdoa dan bergumul dalam taman, cawan pahit pun dit’rimaNya?

Mengapa Yesus menderita, didera, dan mahkota duri pun dipakaiNya?

Mengapa Yesus mati bagi saya?

KasihNya, ya kar’na kasihNya.

Mengapa Yesus mau pegang tanganku, bila ‘ku di jalan tersesat?

Mengapa Yesus b’ri ‘ku kekuatan, bila jiwaku mulai penat?

Mengapa Yesus mau menanggung dosaku, b’ri ‘ku damai serta sukacitaNya?

Mengapa Dia mau melindungiku?

KasihNya, ya kar’na kasihNya.

Pemberitaan Firman

Dialog Sepiring Nasi Pt.5 (Minggu Pra-Paskah V)
Renungan Minggu, 29 Maret 2020. Oleh: Pnt. Maria W. Sindhu

Saat Hening

Doa Syafaat (diakhiri dengan Doa Bapa Kami)

Penutup

P          : Dalam Matius 25: 34 Tuhan Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan; ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.”

Kiranya kita terus mengarahkan hidup hanya pada Allah, Sang Sumber Kehidupan, dan senantiasa menjadi berkat bagi sesama.

Nyanyian Umat

PKJ 185 “Tuhan Mengutus Kita

Tuhan mengutus kita ke dalam dunia

bawa pelita kepada yang gelap.

Meski dihina serta dilanda duka,

harus melayani dengan sepenuh.

Refrein:

Dengan senang, dengan senang,

marilah kita melayani umatNya.

Dengan senang, dengan senang,

berarti kita memuliakan namaNya.

Tuhan mengutus kita ke dalam dunia

bagi yang sakit dan tubuhnya lemah.

Meski dihina serta dilanda duka,

harus melayani dengan sepenuh. 

Refrein.

Tuhan mengutus kita ke dalam dunia

untuk yang miskin dan lapar berkeluh.

Meski dihina serta dilanda duka,

harus melayani dengan sepenuh. 

Refrein.

Tuhan mengutus kita ke dalam dunia

menolong yatim dan orang yang resah.

Meski dihina serta dilanda duka,

harus melayani dengan sepenuh.

Refrein.

Tuhan mengutus kita ke dalam dunia

untuk melawat orang terbelenggu.

Meski dihina serta dilanda duka,

harus melayani dengan sepenuh.

Refrein.

Doa Penutup

P          : Ya Allah, kami bersyukur atas penyertaan-Mu dalam ibadah kami ini. Kami hendak mengakhirinya untuk kembali dalam kehidupan kami sehari-hari. Oleh karena itu, kami mohon kiranya anugerah Allah senantiasa mencukupkan kebutuhan kami, dan melimpahi kami dengan kepekaan, kepedulian, serta kasih kepada sesama kami, seperti teladan yang Kristus tunjukkan. Hosiana! Amin.

Saat Hening

arrow