Kebaktian Online Minggu, 22 Maret 2020

Tema: “Yesus: Dia Yang Marah Dan Sedih”

Persiapan

  1. Baca dan pelajari terlebih dahulu seluruh bagian tata ibadah, termasuk nyanyian yang akan digunakan. Jika nyanyian terasa asing, maka ada link yang dapat di-klik untuk mendapat referensi nyanyian. Jika masih terasa asing dan sulit dinyanyikan, nyanyian tersebut dapat diganti sendiri dengan nyanyian yang lebih akrab. 
  2. Menyiapkan satu buah lilin yang dinyalakan sebelum ibadah dimulai
  3. Menyiapkan pokok-pokok doa untuk Doa Syafaat
  4. Jika dilakukan bersama keluarga, maka masing-masing dapat membagi tugas sesuai kebutuhan.
  5. Jika dilakukan seorang diri, maka setiap teks dalam tata ibadah hendaknya tetap diucapkan walau untuk diri sendiri.
  6. Jemaat diajak untuk tetap mengumpulkan persembahan setiap minggu sebagai wujud syukur kepada Tuhan, dan akan dibawa serta diserahkan ke gereja dalam ibadah pertama yang akan diadakan setelah kondisi membaik. 

Saat Hening

Ungkapan Situasi

P          : Hari ini adalah Minggu Pra-Paska keempat. Dalam minggu-minggu pra-paska, kita belajar dengan keras untuk menahan diri serta berpuasa dari segala keinginan-keingunan duniawi. Padamkanlah nafsu diri kita, sehingga Kristus yang berkuasa atas hati dan hidup kita.

(Lilin dipadamkan)

Panggilan Beribadah

“Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu. Aku hendak sujud ke arah bait-Mu yang kudus dan memuji nama-Mu, oleh karena kasih-Mu dan oleh karena setia-Mu; sebab Kaubuat nama-Mu dan janji-Mu melebihi segala sesuatu. Pada hari aku berseru, Engkaupun menjawab aku, Engkau menambahkan kekuatan dalam jiwaku.”

Mazmur 138:1-3

NyanyianPembukaan

KJ 15: 1 – 3 “Berhimpun Semua” 

Berhimpun semua menghadap Tuhan

dan pujilah Dia, Pemurah benar.

Berakhirlah segala pergumulan,

diganti kedamaian yang besar.

Hormati namaNya serta kenangkan

mujizat yang sudah dibuatNya.

Hendaklah t’rus syukurmu kaunyatakan

di jalan hidupmu seluruhnya.

Berdoa dan jaga supaya jangan

penggoda merugikan jiwamu.

Di dunia tegaklah kemenangan

dan dasarnya imanmu yang teguh.

Doa Pembukaan

P  : Terpujilah Engkau, ya Allah yang selalu hadir dan berkarya dalam hidup kami umat-Mu. Saat ini dengan penuh ungkapan syukur kami datang menghadap hadirat-Mu sambil mengingat segala kebaikan yang telah Engkau anugerahkan dalam kehidupan kami. Saat ini, kami hendak memuji dan memuliakan Engkau melalui ibadah minggu ini. Kiranya ibadah saat ini boleh jadi dalam pertolongan Bapa, Anak dan Roh Kudus. Amin.

Nyanyian Umat

KJ 356 “Tinggallah Dalam Yesus”

Tinggallah dalam Yesus, jadilah murid-Nya, 

b’lajarlah Firman Tuhan, taat kepadanya. 

Tinggallah dalam Yesus, Andalkan kuasa-Nya. 

Dialah Pokok yang benar, kitalah ranting-Nya.

Kita sebagai ranting pasti berbuahlah, 

asal dengan setia tinggal di dalamNya. 

Tinggallah dalam Yesus, muliakan nama-Nya:

hidup berlimpah kurnia hanya di dalam-Nya!

Pengakuan Dosa

P         : Dengan penuh sesal dan kerendahan, mari kita menghadap Allah dan mengaku segala dosa dan pelanggaran yang telah kita lakukan:                   

            Ya Allah, kami menyadari bahwa perasaan dan emosi adalah anugerah yang Engkau beri pada kami sebagai manusia. Perasaan dan emosi membuat kami menjadi ciptaan yang unik dari antara ciptaan lainnya.

            Namun, seringkali perasaan dan emosi itu begitu menguasai dan mengendalikan kehidupan kami. Kami menjadi sangat emosional dan reaktif, mudah marah, sedih dan kecewa.

            Kemarahan menguasai kami ketika impian gagal kami raih, sesuatu yang ideal tidak berhasil kami capai, ketika kami disakiti, dikecewakan, dan terluka oleh orang-orang terdekat dan sesama. Tanpa kami sadari, kemarahan itu perlahan membakar habis diri kami, membuat kami menyimpan dendam kepada sesama.

            Kesedihan melilit kami ketika kami kehilangan orang-orang yang kami kasihi, ketika orang-orang di sekitar mengecewakan kami, ketika kami kehilangan segala yang kami miliki. Tanpa kami sadari, kesedihan perlahan membuat kami kehilangan pengharapan pada-Mu. 

            Ampunilah kami ya Allah, kiranya kasih dan anugerah-Mu menguasai hati dan pikiran kami, sehingga hidup kami terus bertumbuh terarah kepada-Mu dan menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kami. Amin. 

Berita Anugerah                                                             

P : Jika kita mengaku dosa kepada Tuhan, maka Ia setia dan penuh belas kasihan, seperti yang diberitakan nabi dalam Nahum  1: 6 – 7, “Siapa dapat tahan kalau TUHAN murka? Tiada yang dapat luput dari kemarahan-Nya? Ia melampiaskan amarah-Nya yang menyala batu hancur dan menjadi debu di hadapan-Nya.” Namun“TUHAN itu baik, Ia melindungi umat-Nya waktu mereka susah, Ia menjaga orang yang berlindung kepada-Nya.

         Demikianlah berita anugerah dari Tuhan. Mari kita bersyukur untuk anugerah-Nya. 

(Jika ibadah dilakukan bersama keluarga, maka tiap orang

dapat saling memberi salam dengan cara masing-masing, 

baik dengan berjabat tangan atau dengan tidak berjabat tangan)

Nyanyian Umat

NKB 85 “Mengapa Yesus Turun Dari Sorga” 

Mengapa Yesus turun dari sorga, masuk dunia g’lap penuh cela;

berdoa dan bergumul dalam taman, cawan pahit pun dit’rimaNya?

Mengapa Yesus menderita, didera, dan mahkota duri pun dipakaiNya?

Mengapa Yesus mati bagi saya?

KasihNya, ya kar’na kasihNya.

Mengapa Yesus mau pegang tanganku, bila ‘ku di jalan tersesat?

Mengapa Yesus b’ri ‘ku kekuatan, bila jiwaku mulai penat?

Mengapa Yesus mau menanggung dosaku, b’ri ‘ku damai serta sukacitaNya?

Mengapa Dia mau melindungiku?

KasihNya, ya kar’na kasihNya.

Pemberitaan Firman

Dialog Sepiring Nasi (Minggu Pra-Paskah IV)

Bacaan Firman: Markus 8:33 , Yohanes 11:33-36

Maka berpalinglah Yesus dan sambil memandang murid-murid-Nya Ia memarahi Petrus, kata-Nya: “Enyahlah Iblis, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.”

Markus 8-33

Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:

“Di manakah dia kamu baringkan?” Jawab mereka: “Tuhan, marilah dan lihatlah!”

Maka menangislah Yesus.

Kata orang-orang Yahudi: “Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!”

Yohanes 11:33-36
Renungan: Yesus, Dia yang Marah dan Sedih

Saat Hening

Doa Syafaat (diakhiri dengan Doa Bapa Kami)

Penutup

P          : Kristus memberi teladan untuk hdup tidak dikuasai emosi dan perasaan. Mari kita terus hidup dalam kuasa-Nya, tetap berpegang pada kasih-Nya yang ajaib, sehingga kita dimampukan untuk mengerti kehendak-Nya.

Nyanyian Umat

NKB 183: 1, 2, 4 “Dulu Ku Mencari

Dulu ‘ku mencari hanya kurnia,

kini ‘ku beroleh yang memb’rikannya.

Dulu perasaan pandu bagiku,

kini Firman Tuhan yang membimbingku.

Refrein:

Aku puji Yesus tak kenal lelah,

kar’na Dia sungguh Tuhanku adalah.

Dulu susah payah, giat berlelah,

kini pasrah diri aku berserah.

Dulu kematian membayangiku,

kini kes’lamatan milikku penuh. 

Refrein.

Dulu rancanganku memb’ri ku senang,

kini hanya doa memb’ri ku tenang.

Dulu ‘ku merasa bimbang tak tentu,

kini ‘ku mendapat benteng yang teguh.

Refrein.

Doa Penutup

P  : Ya Allah, kami bersyukur atas penyertaan-Mu dalam ibadah ini. Kami hendak mengakhirinya untuk kembali dalam kehidupan kami sehari-hari. Oleh karena itu, kami mohon kasih Bapa, anugerah Yesus Kristus, dan penyertaan Roh Kudus senantiasa menolong kami untuk melangkah dalam iman ketika dunia begitu mengkuatirkan dan menakuktkan bagi kami, untuk mengendalikan emosi dan perasaan kami sehingga kami mampu hidup dalam ketaatan pada kehendak-Mu. Hosiana! Amin,

Saat Teduh

arrow