Hari Ini Ku Rasa Bahagia

1 Petrus 2: 9-10

Kata “gereja” berasal dari bahasa Yunani “ekklesia”. Kata tersebut disusun dari dua suku kata yaitu, eks: ke luar dan kaleo: memanggil. Jadi arti dasar gereja adalah: memanggil ke luar. Salah satu ayat yang memuat kata ini adalah di dalam 1 Petrus 2:9, yang menyatakan identitas orang kristen sebagai umat Allah, yang dipanggil ke luar. Dipanggil dari mana? Rasul Petrus katakan dari dalam kegelapan. Dipanggil ke mana? Rasul Petrus katakan dipanggil kepada terang-Nya yang ajaib. Dalam salah satu alkitab bahasa Inggris dikatakan: into his wonderfull light; kepada terang-Nya yang menakjubkan.

Apa yang membuat gereja menakjubkan? Pertama, karena gereja bukan produk manusia. Gereja bukanlah lembaganya atau bangunannya.

Tetapi gereja adalah orang-orangnya yang dulu berdosa dan layak dihukum tetapi sekarang justru diselamatkan.

Dulu anak-anak kegelapan sekarang anak-anak terang (ayat 10). Dan semua itu bukan karena jasa-jasa dan tidak ada andil manusia. Dia sudah menetapkan keselamatan kita sejak kita masih di dalam kandungan, sejak kita masih berkanjang dalam dosa. Karena itu, keselamatan bersifat pasif artinya, bukan karena kerja kita atau aktifitas kita. Kedua, kita yang dulu tidak dikasihani tetapi kita yang sekarang dikasihani (ayat 10) menandakan bahwa diperlukan respon kita yang aktif untuk menyambut belas kasihan Allah. Untuk hal ini, tidak ada yang dapat memaksa kita untuk melakukannya. Allah menawarkan belas kasihan-Nya, namun dibutuhkan sambutan kita menerima belas kasihan-Nya. Ketika itu terjadi maka kita masuk di dalam sukacita yang indah. Kebahagiaan sejati! Allah bisa memaksa kita menerima/menyambut kasih-Nya namun Dia tidak mau melakukannya sebab Dia tahu bahwa cinta kasih yang dipaksakan akan menghasilkan penderitaan dan kepedihan. Dia tidak mau kita terpaksa mengasihi-Nya.

Oleh karena itu, jika kita menyambut kasih-Nya dengan tulus maka kita merasa bahagia sejati dan berdampak pada value kita. Kita yang sekarang hidup di dalam ikatan persekutuan dengan Dia dan sesama umat beriman lainnya sebab sekarang kita menjadi Keluarga Allah. Sebagai keluarga, Dia-lah kepala dan bapa kita. Cinta kasih-Nya menyatukan kita dengan saudara seiman kita. Sehingga kita bisa bersaksi kepada dunia bahwa Gereja adalah persekutuan tubuh Kristus. Di mana jika satu menderita, yang lain ikut menderita. Satu bahagia, yang lain ikut bahagia. Gereja sejati terdiri dari keluarga-keluarga Kristen yang saling peduli satu dengan yang lainnya. Keluarga adalah gereja kecil. Core value kita sebagai keluarga Kristen berbeda ketika kita belum menjadi keluarga Allah. Oleh karena itu, sangat penting untuk kita menjalin persekutuan kasih yang mesra di dalam gereja kita. Sangat penting kita membangun kebersamaan di antara keluarga Kristen di gereja kita. Dan sangat penting pula kita peduli bukan hanya pada keluarga kita sendiri tapi juga keluarga seiman kita di dalam gereja. Sebab apa? Sebab we are one big family of Christ.

Tuhan Yesus memberkati, amin. 

 

Oleh: Pdt. Bagus W.D.

arrow