BERSYUKUR DAN BERBUAH DALAM KEMURAHAN ALLAH

Allah kita adalah Allah yang murah hati dan besar hati. Dia menjadi Allah yang menerbitkan matahari bagi orang baik dan orang Jahat. Dia Allah yang memberi pengampunan kepada siapapun, tanpa memandang berapa besar kesalahannya, sekeras apapun hatinya. Dia Allah yang memberkati semua macam manusia, baik mereka yang bertanggun jawab, mereka yang setengah hati bertanggung jawab atau bahkan yang sama sekali tak bertanggung jawab. Dia Allah yang senantiasa mencari orang berdosa, mereka yang sakit, yang terbelenggu, buta, bercela. Walau DIa dijauhi dan ditolak, Ia tetap mendekat dan mencari jalan untuk berada dan mengada di tengah pergumulan umatNya.

SikapNya yang begitu murah hati seringkali menimbulkan rasa marah dan kecewa bagi orang-orang yang tidak memahami alasan mengapa Ia bertindak demikian. Karena apa yang dilakukanNya dirasa tidak adil. itulah yang dirasakan oleh Yunus. Yunus marah ketika Tuhan berniat menyelamatkan kota Niniwe. Ia merasa kota tersebut tidak layak mendapatkan pengampunan dan kasih setia Tuhan.

Rasa marah yang dialami Yunus membawanya pergi melarikan diri dari panggilan Tuhan tersebut, hingga ia harus berada dalam perut sebuah ikan besar selama tiga hari. Namun hal itupun nyatanya tidak membuat Yunus memiliki hati yang ikhlas untuk menerima bahwa Tuhan itu baik dan besar kasih setiaNya.

Ada kalanya kita juga bersikap seperti Yunus bersikap. Hati kita tidak rela bila melihat orang yang jahat diberkati, tidak senang ketika melihat orang yang berlaku kejam dan tidak adil tetap mendapatkan kebaikkan. merasa risau bila melihat orang malas tetap dipelihara. Namun itulah Tuhan Allah kita. Ia bukan bersikap tidak adil, Ia hanya ingin menunjukkan kasih setiaNya yang besar agar kita sadar bahwa kita hidup oleh karena kebaikanNya semata. Bahwa ketika kita di atas maupun di bawah, ketika setia maupun tidak setia, ketika mau berjuang ataupun enggan untuk berjuang, Tuhan tetap mengasihi kita. Bukankah hidup kita adalah hidup yang naik Turun. ada kalanya kita gagal, ada kalanya malas menyerang, ada kalanya kita enggan untuk maju, namun dalam setiap keadaan itu Tuhan ada dan tetap setia.

Maka bersyukurlah akan kebaikkanNya, karena tidak ada Allah lain seperti Dia. Dan jangan hanya diam dan bersyukur, berbuahlah, karena KasihNya harusnya memampukan kita untuk berbuah lebh banyak, berbuah lebih lebat.

arrow