AKU MENGASIHI KARENA KASIHNYA

AKU MENGASIHI KARENA KASIHNYA
Mengapa banyak orang Kristen masih merasa kesulititan untuk mengasihi sesamanya? Untuk menjawab pertanyaan ini, harus ada pertanyaan lain yang kita jawab, dan pertanyaan yang sangat mendasar dalam kehiupan manusia. Apakah kita merasakan dengan sungguh bahwa kita dikasihi Allah?

Jawablah dengan jujur, tanpa paksaan dan tanpa merasa harus menjawab sebagai seorang Kristen. Jawablah sejauh mana kita merasakan kasih Allah mengalir dalam kehidupan kita setiap hari, sejauh mana kita merasa Allah ada dan Setia mendampingi kita dalam setiap perjuangan hidup kita? Coba rasakan dan renungkan. Jangan menjawab ‘ya’ hanya karena sepertinya dan seharusnya kita menjawab seperti itu.

Dalanm beberapa survey yang dilakukan, ternyata banyak orang ketika harus menjawab dengan jujur mengatakan bahwa sesungguhnya saya tidak dapat merasakan kebaikan dan Kasih Allah. Saya merasa sendiri, tertekan dan depresi. Saya merasa tidaka da yang dapa mengerti saya. Andai saya berdoa, Tuhan tidak menjawab doa saya dan tidak ada yang berubah dari hidup saya.
Janganlah merasa berdosa dulu bila kita merasa demikian. Karena memang meraakan Allah tidak semudah merasakan manisnya buah durian, atau pahitnya sayur pare.

Kita tidak akan merasa dikasihi oleh Allah bila kita merasa bahwa ‘saya tidak bisa merasakan’ Allah. Jadi kita yang pertama-tama harus mengubah persepsi diri dengan mengatakan ‘saya mau merasakan Allah’ atau ‘saya dapat merasakan Allah’. Dengan kesadaran yang baru kita akan mendorong diri kita untuk mengalami Allah. Mustahil orang dapat mengasihi orang lain Tanpa merasakan bagaimana indahnya dikasihi.

Ketika kita sudah merasa dikasihi Allah, maka kita akan merespon KasihNya itu, dan tidak mungkin hanya berdiam diri. Sama seperti bila kita dikasihi oleh suami, istri dan anak kita, kita tidak hanya akan berdiam diri. Bahkan bila ada orang asing yang menunjukkan kasihnya kepada kita, kita juga pasti akan merespon kasih tersebut, walau mungkin dengan sekedar merasa keheranan, merasa diberkati, atau merasa diperhatikan.

Seseorang yang merasa dikasihi Allah biasanya akan membalas kasih itu dengan kembali mengasihi, baik Allah dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Mengasihi Allah artinya mengasihi sesama manusia, dan tidak ada alasan untuk memilih salah satunya. Mengasihi sesama wajib dilakukan bila kita mengasihi Allah, karena tidak mungkin mengasihi Allah tanpa mengasihi manusia. Orang yang mengasihi Allah pasti akan dan secara otomatis mengasihi manusia. Karena kasihnya kepada Allah membuat Ia akan melakukan apa yang Allah inginkan yaitu “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”

Kini, bagaimana mengasihi sesama? Dengan kadar yang seperti apa? Dengan cara yang bagaimana? Mengasihi sesama yang tepat adalah mengasihi dengan kasih Tuhan. Namun bagaimana maksudnya? Mengasihi dengan kasih Tuhan bukan berarti mengasihi tanpa akhir saja. Tapi mengasihi dengan hikmat, mengasihi dengan teguran, mengasihi dengan kebenaran, dan mengasihi dengan kecerdikan sekaligus ketulusan. Mengasihi dengan kasih Tuhan adalah mengasihi dengan cara Tuhan. Tanyakan senantiasa kepada Tuhan, bagaimana kita harus mengasihi. Setiap orang berbeda, dalam kondisi dan situasi serta pergumulan yang berbeda pula , maka tentu cara mengasihi mereka satu dengan yang lain juga berbeda. Tanpa Tuhan kita tidak akan mampu mengasihi secara tepat. Mengasihi sesama tanpa MELIBATKAN TUHAN adalah sesuatu yang mustahil.a

arrow