Pokja Peduli

 

 

Gereja sudah lama hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Sebagai persekutuan percaya, gereja menjadi bagian yang tak terpisahkan di dalam tatanan ekonomi, sosial dan politik masyarakat. Besar atau kecil gejolak yang terjadi di masyarakat, kehidupan jemaat gereja pasti terpengaruh.

Sebagai organisasi yang menangani kegiatan kerohanian, gereja diharapkan tidak hanya fokus melayani kebutuhan rohani jemaatnya, namun juga tertantang untuk dapat mengaktualisasikan ajaranNya ke dalam bentuk yang lebih kongkrit bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Untuk itu gereja harus sadar akan peran sosialnya dan secara pro-aktif mengambil bagian dalam upaya penyelesaian berbagai masalah, terutama kemiskinan. Pilihan mendahulukan orang miskin tersebut selaras dengan solidaritas yang ditunjukkan Yesus saat Beliau menjalankan karya keselamatanNya di dunia (Lukas 4:18 – 19). Pada saat tampil pertama kali di depan publik, Yesus langsung memaparkan tujuan kedatanganNya yakni misi pembebasan terhadap orang miskin dan orang lemah. Tujuan tersebut diwujudkan oleh gereja melalui upaya meningkatkan kondisi ekonomi si miskin melalui program bantuan dan pemberdayaan.

 

Oleh karena itu pasca krisis moneter pada tahun 1998, GKI Kav Polri membentuk Tim Bea Siswa dan Kelompok Kerja Peduli Masyarakat (KKPM) sebagai respon GKI Kav Polri terhadap penderitaan masyarakat yang ikut terdampak krisis tersebut. Tim Bea Siswa membantu murid SD dan SMP yang kurang mampu untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Sementara tim KKPM di awal pembentukannya melayani pembagian sembako dan pemberian susu bubuk bagi anak-anak rawan gizi.

 

Dari awal pembentukannya hingga tahun 2013, Tim Bea Siswa telah memberi bantuan bea siswa kurang lebih sekitar 5000 murid. Selanjutnya, bersama gereja-gereja mitra, KKPM melayani pemberdayaan ekonomi kecil (koperasi) peternakan sapi bajak dan perikanan serta usaha simpan pinjam di berbagai daerah maupun kota, seperti di desa Donomulya, Sribawono (Lampung), Kutoarjo (Jawa Tengah), Kabupaten Sleman Yogyakarta, Dadap (Tangerang) dan Kupang.

 

Setelah pelayanan dua tim ini dirasakan cukup besar, sementara pelayanan terhadap jemaat sendiri perlu ditingkatkan, tahun 2004 kedua kelompok tersebut dilebur menjadi KKP (Kelompok Kerja Peduli) GKI Kavling Polri atau lebih akrab disebut Pokja Peduli.

 

DASAR-DASAR TEOLOGIS

 

  1. Tugas Gereja.

 

Tugas gereja adalah melanjutkan tugas Tuhan Yesus yakni membawa keselamatan di dunia sekarang dan di dunia yang akan datang (Yoh 3:16). Keselamatan itu diwujudkan dengan hadirnya Kerajaan Allah pada diri seseorang. Artinya Allah berdaulat atas seluruh aspek kehidupan manusia, sehingga manusia mengalami Syalom, atau kehidupan yang damai sejahtera sepenuh-penuhnya dan seutuh-utuhnya, jiwa raga, lahir batin, material, emosional, mental, intelektual dan spiritual, personal dan sosial, sekarang dan nanti, disini dan disana (Yes.11).Jadi Syalom mencakup bukan saja keselamatan rohani tetapi juga kesehatan dan kesejahteraan jasmani. Itulah sebabnya gereja memiliki tugas untuk:

 

Bersekutu (Koinonia) yaitu menghayati Syalom, Bersaksi (Marturia) yaitu memberitakan Syalom,

Melayani (Diakonia) yaitu mendemonstrasikan Syalom. Jadi, mendatangkan Syalom adalah mengupayakan kesejahteraan manusia yang seutuhnya.

 

 

  1. Mengikuti jejak Tuhan Yesus Kristus

Keselamatan yang dibawa Tuhan Yesus merupakan solidaritas yang membebaskan, yakni antara lain:

 

* Kabar baik bagi orang-orang Miskin

Yesus menunjukkan paradigma baru bahwa kemiskinan dan penderitaan dapat diatasi. Dalam bahasa Yunani, “miskin” dipakai kata “ptokos” yakni kaum pengemis, orang tidak memiliki apa-apa yaitu yang tidak memiliki tanah, pekerjaan, rumah dan para budak. Termasuk juga orang-orang sakit, buta, lumpuh dan kusta, serta orang yang tersisih, terpinggirkan, tanpa masa depan. Berita ini mau mengatakan bahwa Yesus berpihak kepada mereka dan memberi solusi kongkrit.

 

*Memberitakan pembebasan bagi orang-orang tawanan

Kata “tawanan” menunjuk pertama-tama kepada narapidana yang ditangkap karena memberontak kepada pemerintah Romawi dan menunggu hukuman mati. Sementara menanti eksekusi, mereka dijadikan budak. Kedua, orang-orang yang sementara dijadikan budak karena tidak bisa membayar hutang. Mereka tidak memiliki hak hidup, hak beragama bahkan hak menikah. Memberitakan pembebasan bagi orang-orang tertawan artinya mengembalikan dan mengaku martabat dan hak-hak manusia sesuai dengan hakekat manusia sebagai gambar Allah.

 

* Memberitakan penglihatan bagi orang buta

“Orang buta” menunjuk kepada penderita radang mata bernanah atau buta sejak lahir dan biasanya menjadi pengemis dan dianggap kutukan Tuhan (Yoh.9:2). Mereka diejek dan diasingkan dari masyarakat. Penglihatan bagi orang buta dapat diartikan mengusahakan kehidupan yang lebih mandiri dan bergantung pada usaha diri sendiri dan Tuhan.

 

* Membebaskan orang-orang yang tertindas

Orang tertindas biasanya orang yang dikenakan pajak yang sangat tinggi (70 %) dan yang dimarjinalkan, seperti orang Samaria. Kedatangan Yesus membebaskan manusia dari penindasan, baik secara psikologis, ekonomi, agama dan sosial.

 

3 . Tanda mengasihi Tuhan

Matius 25: 31-46 menceritakan bahwa Yesus sebagai hakim akan meminta pertanggungjawaban kepada semua orang. Bukan tanggung jawab sejauh mana kemurnian ajaran atau ritual ibadah, melainkan perbuatan kongkrit apa yang telah dilakukan terhadap sesama yang miskin, saudara yang paling hina, yang lapar, yang haus, yang asing, yang telanjang, yang sakit dan yang dipenjara.

 

Dengan tegas Yesus mengatakan bahwa menolong mereka berarti melayani Tuhan, tetapi mengabaikan mereka berarti mengabaikan Tuhan dan tidak melayani Yesus, (Matius 25:31-46)

 

KEDUDUKAN POKJA PEDULI

 

  1. POKJA PEDULI ini dibawah tanggung Majelis Bidang Kesaksian dan Pelayanan (KesPel) GKI Kavling Polri.
  2. POKJA PEDULI terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara serta orang anggota.

 

VISI DAN MISI

 

  1. Visi

 

– Gereja yang berbuat bagi sesama umat manusia dalam arti memanusiakan manusia sebagai gambar Allah.

– Menjadi gereja yang peduli bagi sesama dan masyarakat Indonesia pada umumnya

 

  1. Misi

 

– Melalui Pokja Peduli membagikan kasih Kristus kepada anggota jemaat, simpatisan, sesama yang membutuhkan bantuan karena krisis multidimensi yang mengakibatkan tidak tercapainya standard hidup layak, terputusnya pendidikan dan terjadinya dekadensi moral secara keseluruhan.

 

– Melalui Pokja Peduli menjadikan jemaat sebagai umat Tuhan yang peka terhadap kebutuhan dan panggilan pelayanan kemasyarakatan dengan memberikan perhatian, doa dan dana bagi terciptanya perbaikan keadaan mereka.

 

 

BENTUK BANTUAN

 

  1. Berupa dukungan dana kepada anggota jemaat/simpatisan dan orang lain yang membutuhkan pertolongan dan pembinaannya. Dalam bentuk beasiswa, dana bantuan, dana pengobatan, dan dana kebutuhan mendadak/ musibah.

 

  1. Berupa pinjaman dana untuk dana simpan pinjam serta pembinaannya. (koperasi)

 

TATA CARA PEMBERIAN BANTUAN

 

  1. Bea siswa
  2. Koperasi
  3. Bantuan-bantuan lain

 

PELAYANAN POKJA PEDULI ADALAH: (3P)

 

  1. Peduli Pendidikan

Peduli pendidikan adalah pelayanan dalam bentuk bea-siswa terhadap anak-anak Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas. Pemberiaan bea siswa ini lebih mengacu pada diakonia reformatif yaitu memberdayakan sesama agar memiliki pengetahuan yang lebih baik. Pelayanan ini diberikan kepada sesama diluar gereja GKI Kavling Polri. Dengan semakin baiknya program pemerintah untuk menolong murid-murid yang kurang mampu, pada tahun 2013 program ini tidak dilanjutkan.

 

  1. Peduli Masyarakat

Peduli masyarakat adalah pelayanan kepada sesama yang mengalami pergumulan

baik masalah pendidikan anak-anak, perumahan, maupun musibah yang dialami seperti

sakit, kebakaran atau keperluan yang mendesak dan sangat penting sekali.

 

  1. Peduli Gereja

Peduli Gereja adalah pelayanan dalam bentuk kerjasama dengan lembaga-lembaga

pelayanan lain atau dengan gereja-gereja di Indonesia. Bentuk kerjasamanya adalah

pemberdayaan ekonomi lemah, dipedesaan maupun diperkotaan. Juga membentuk pelayanan

pekabaran Injil di daerah-daerah pedalaman.

 

PENGURUS POKJA PEDULI GKI KAVLING POLRI

 

MASA PELAYANAN : APRIL 2015 – MARET 2017

 

Ketua                      : Julianti Tjahja

Wakil                       : Chandra Jakob

Sekretaris            : Ida Maria Simbolon

Bendahara          : Herbert Tjahja

Anggota                 :

– Warih Desantoro

– Irawan Rudyanto

– Yunus Genakama

– Temmy

– Evert

– Rina Kusuma

– Komariah

– Utari

– Hermien Widjajati

 

arrow