BIDANG PEMBINAAN

PENGAJARAN

LATAR BELAKANG

Gereja modern (baca: gereja di abad ke 21) mengalami banyak tantangan jaman. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh gereja adalah adanya pengembangan praktek dan ajaran (dogma) yang begitu signifikan dalam rentang waktu 20 tahun belakangan ini khususnya di Indonesia. Sedangkan kekristenan di Indonesia sedang mengalami perubahan wajah akibat tumbuh kembangnya berbagai macam aliran dan derasnya arus globalisasi yang mempengaruhi cara pandang akan dunia dan isinya juga cara berspiritualitas.

Anggota jemaat KP (umum) yang didominasi oleh generasi yang lahir, bertumbuh, dan berkembang dan menjadi bagian dari gereja dalam kerangka berpikir Kekristenan yang belum banyak mengalami perkembangan dan perubahan. Mereka juga termasuk di dalam generasi yang mengalami lahir baru pada masa dimana Gereja di Indonesia belum mengalami perkembangan seperti sekarang ini

Kebutuhan untuk lebih dari sekedar disegarkan kembali, namun juga untuk mengalami rekonstruksi iman, menjadi sesuatu yang sangat mendasar, mengingat iman kristen adalah dasar dari kehidupan gereja.

Belum lagi dinamika dalam realitas kehidupan jemaat GKI KP juga menjadi latar belakang yang tidak kalah penting untuk menjadi alasan program ini penting untuk dilaksanakan.

SASARAN TUJUAN:

  • Memberi ulang pemahaman dasar dalam iman Kristen
  • Memberikan pandangan yang baru dalam perkembangan ajaran-ajaran tersebut sesuai dengan tantangan jaman dan konteks kehidupan masyarakat plural
  • Membukakan kepada jemaat tantangan iman yang sedang dihadapi gereja secara pribadi atau secara organisasi.

BINA AWAM

LATAR BELAKANG:

Mengingat bahwa GKI secara keseluruhan sedang mengahadapi krisis jumlah pendeta, sedangkan tantangan, masalah dan kompleksitas hidup terus bertambah, maka melibatkan, mendayagunakan, dan mendidik kaum awam untuk dapat melayani dengan lebih baik adalah salah satu cara untuk mengatasi baik itu kekosongan atau kekurangan pelayan dalam suatu gereja.

Dalam konteks GKI KP sendiri, keterlibatan awam (baca: jemaat umum dan jemaat yang termasuk pengurus, pelayan, penatua) dinilai masih sangat kecil. Sedangkan konteks bergereja berkembang dengan begitu pesat. GKI KP perlu melibatkan awam lebih banyak, namun tanpa pembinaan yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan jemaat KP sendiri, keterlibatan awam akan menjadi bencana tersendiri.

Awam perlu dididik, diperlengkapi dan dimotivasi secara berkesinambungan dengan berbagai ilmu pengetahuan, pengalaman berspiritualitas, keadaan yang menggambarkan realitas kehidupan jemaat yang didapatkan dari hasil perjumpaan dan pergesekkan dalam jemaat dan dengan masyarakat, dalam kerangka pelayanan yang holistik. Jemaat perlu tahu seberapa kompleks dunia pelayanan, dan proses pengkerdilan yang kerap terjadi dalam jemaat, yaitu ketika gereja sebagai organisasi memperlakukan jemaat secara keliru (mis: pembiaran, tidak bersikap tegas, sikap yang penuh kompromi)

Berbagai pembinaan yang dilaksanakan oleh gereja harus didasarkan pada 3 hal:[1]

  1. menyadari 4 tugas panggilan gereja: Bersekutu, Bersaksi, Melayani dan Bersatu.
  2. Menyadari bahwa di dalam tugas panggilan tersebut , gereja berfungsi sebagai menjalankan fungsi sebagai NABI, RASUL, PENGAJAR, GEMBALA, dan PENGINJIL.
  3. Bahwa TUGAS UTAMA GEREJA adalah mendidik, mengarahkan, menasehati, mengajar, menggiring JEMAAT /UMAT Allah dalam ajaran yang BENAR, SEHAT, sesuai dengan Firman Tuhan.
  4. Bahwa keberadaan gereja pertama dan yang utama adalah menegakkan kerajaan Allah dan bukan kerajaan manusia. Gereja ada untuk menyenangkan hati Allah, bukan hati manusia. Gereja melayani mendidik dengan standar Allah dan bukan standar manusia.

 

 

arrow