Tentang Pokja Peduli

LATAR BELAKANG PEMBENTUKAN

Di dalam dunia ini, Gereja telah hidup menyatu dengan masyarakat yang bersifat
pluralistik. Gereja sebagai persekutuan orang percaya berada di tengah-tengah
masyarakat dan berada dalam sistem masyarakat, kebudayaan, politik, ekonomi
dan sosial. Atau dengan kata lain keberadaan gereja di tengah masyarakat bersifat
integral dengan semua sistem. Segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan masyarakat
sangat mempengaruhi kehidupan gereja. Itu sebabnya gereja tidak boleh hanya
menyuarakan kabar baik tentang surga, atau lebih suka mengurusi persoalan-persoalan
rohaniah belaka, keselamatan surgawi dan yang semacam itu. Atau dengan kata
lain Gereja sering tidak menyadari bahwa ia hadir di tengah-tengah masyarakat,
sehingga gereja lebih suka memakai pola hidup yang eksklusif dan selalu memperhatikan
pelayanan ke dalam. Gereja harus tahu dan peduli terhadap masalah-masalah konkret
dalam kehidupan masyarakat, jangan mengambil sikap diam membisu, atau mengambil
jarak dengan persoalan-persoalan hidup yang kongkret, antara lain kemiskinan.
Gereja yang kontektual di Indonesia adalah gereja yang sadar akan konteksnya,
salah satunya adalah konteks kemiskinan. Itu sebabnya gereja dalam menjalankan
fungsinya perlu berinteraksi terus menerus dengan masyarakat sekitarnya agar
dapat juga berpartisipasi dalam pergumulan konteksnya
Kemiskinan di Indonesia semakin bertambah akibat krisis yang
berkepanjangan dan adanya jurang yang terus melebar antara kaya miskin akan
meruntuhkan tatanan sosial. Menghadapi semuanya itu gereja tidak dapat berdiam
diri atau masa bodoh tetapi gereja perlu memilih untuk mengambil sikap mendahulukan
orang miskin sebagai tugas perutusan gereja. Pilihan mendahulukan orang miskin
adalah opsi Kristosentris artinya pilihan gereja yang bersumber pada sikap Yesus
yang mendahulukan orang miskin. Gereja yang mendahulukan orang miskin adalah
gereja yang solider terhadap orang miskin berdasarkan solidaritas seperti Yesus
yang tampil di dunia mewartakan Kerajaan Allah yang mendahulukan orang miskin
dan tersingkir melalui karyaNya. Salah satu contoh solidaritas Yesus dapat kita
temui dalam Lukas 4:18 - 19 dimana Yesus tampil untuk pertama kali di depan
umum dengan memaparkan program kedatanganNya atau misi pelayananNya di dunia
yaitu melakukan misi pembebasan atau kepedulian terhadap orang miskin dan orang
lemah serta membalikan nasib orang miskin dan ingin membawakan perubahan dalam
nasib orang miskin dengan tindakan yang kongrit atau praksis profetis.
Itu sebabnya GKI kavling Polri pada tahun 1998 merespon krisis
ekonomi bangsa ini dengan membentuk tim bea siswa dan kelompok kerja peduli
masyarakat (KKPM). Tim bea siswa melayani masyarakat yang tidak dapat melanjutkan
pendidikan dasar dan menengah( sekolah dasar sampai sekolah menengah atas),
sejak tahun 1998 tim bea siswa telah memberi bantuan bea siswa kurang lebih
sekitar 5000 murid. Sedangkan tim KKPM diawal pembentukan melayani pembagian
sembako dan pemberiaan susu bubuk bagi anak-anak rawan gizi. Dikemudian hari
KKPM melayani pemberdayaan ekonomi kecil (koperasi) yang bermitra dengan gereja-gereja
di daerah-daerah maupun di kota-kota, seperti di desa Donomulya, Sribawono (lampung),
Kutoarjo (jawa Tengah), Sleman (Kabupaten Sleman Yogyakarta) Dadap (Tangerang),
Kupang (Nusa tengara Timur). Usaha-usaha yang dilakukan adalah peternakan sapi
bajak, dan perikanan, serta usaha simpan pinjam.
Ditahun 2004 dirasakan pelayanan dua tim ini cukup besar, dan
pelayanan terhadap jemaat sendiri perlu ditingkatkan, itu sebabnya dibentuk
tim KKP (kelompok Kerja Peduli) Kavling Polri. Jadi KKP Kavling Polri merupakan
peleburan dari Tim Bea siswa dan Kelompok kerja Peduli Masyarakat.

 

DASAR-DASAR TEOLOGIS

1. Tugas Gereja.
Tugas gereja tidak lain melanjutkan tugas Tuhan Yesus Kristus di dunia ini.
Sedangkan tugas Tuhan Yesus di dunia adalah membawa keselamatan bagi dunia.
(Yoh.3:16). Dan keselamatan yang dibawa Yesus adalah Syalom atau kehidupan yang
damai sejahtera sepenuh-penuhnya dan seutuh-utuhnya, jiwa raga, lahir batin,
material, emosional, mental, intelektual dan spiritual, personal dan sosial,
sekarang dan nanti, disini dan disana(Yes.11) atau secara rinci yaitu :

  1. Bukan saja keselamatan Pribadi tetapi keselamatan manusia keseluruhan.
  2. Bukan saja keselamatan rohani tetapi juga kesejahteraan jasmani.
  3. Bukan saja kelimpahan secara materi, tetapi juga ketentraman batin, Rohani.

Pendek kata, keselamatan Kristus adalah keselamatan yang menyeluruh:meliputi
pribadi dan persekutuan jasmani dan Rohani. Inilah yang harus diberitakan oleh
gereja kepada dunia. Itu sebabnya tugas gereja adalah:

  1. Gereja harus bersekutu (Koinonia) yaitu menghayati syalom.
  2. Gereja harus bersaksi (Marturia) yaitu memberitakan Syalom.
  3. Gereja harus melayani (Diakonia) yaitu mendemonstrasikan Syalom.

Jadi tugas gereja atau misi gereja pada hakekatnya adalah
mendatangkan syalom, artinya gereja kita memiliki tugas mengupayakan kesejahteraan
manusia yang seutuhnya.

2. Mengikuti jejak Tuhan Yesus Kristus
Lukas 4:17-21 merupakan solidaritas yang membebaskan sebagai program hidup Yesus
atau tugas pengutusan Yesus kedatangan Tuhan Yesus Kristus ke dalam dunia (Mission
statment ) Tuhan Yesus Kristus. Antara lain:
* Kabar baik bagi orang-orang Miskin
Orang-orang miskin menjadi alamat yang dituju oleh kabar baik Yesus. Yesus datang
membawa alternatif kehidupan baru, agar orang miskin, menderita diatasi. Dalam
bacaan kita "miskin" dipakai kata "ptokos" adalah kaum pengemis,
orang tidak memiliki apa-apa yaitu yang tidak memiliki tanah, pekerjaan, rumah
dan para budak. Termasuk juga orang-orang sakit, kusta, dan orang yang tersisih,
tak berdaya serta tidak memiliki masa depan.
Berita ini mau mengatakan bahwa Yesus berpihak kepada orang
miskin dan membela yang tertindas. Dengan kedatangan Yesus orang miskin mendapat
semangat baru karena Yesus berpihak, membela, mendukung dan memberi penghiburan.
* Memberitakan pembebesan bagi orang-orang tawanan
Kata "tawanan" menunjuk pertama orang-orang yang ditangkap karena
memberontak kepada pemerintah romawi dan menunggu hukuman mati. Sementara
menanti hukuman mereka dijadikan budak, dipaksa kerja seumur hidupnya. Dan
tidak memiliki harapan hidup. Kedua, orang-orang yang berhutang dengan orang
lain karena tak bisa membayar maka di jadikan budak sementara, akan bebas
kalau telah lunas membayar. Orang-orang ini tidak memiliki hak hidup, tidakl
memiliki hak beragama bahkan menikah. Memberitakan pembebasan bagi orang-orang
tertawan artinya mengembalikan dan mengaku martabat dan hak-hak manusia sesuai
dengan hakekat manusia sebagai gambar Allah.
* Memberitakan penglihatan bagi orang buta
Menunjuk pada "orang buta" secara jasmani yang biasanya karena radang
mata yang bernanah atau buta sejak lahir biasanya menjadi pengemis dan dianggap
sebagai hukuman Tuhan (Yoh.9:2) mereka disingkirkan, diejek dan diasingkan
dari masyarakat. Penglihatan bagi orang buta artinya mengangkat dari ketergantungan
pada orang lain dan mengusahakan keidupan yang bergantung pada usaha diri
sendiri dan pada Tuhan.
* Membebaskan orang-orang yang tertindas
Orang tertindas biasanya orang yang menanggung beban pajak yang sangat tinggi
70 %., orang-orang samaria yang diasingkan dan tidak dianggap. Kedatangan
Yesus membebaskan manusia dari manusia yang menekan orang lain, atau orang-orang
yang egois, baik secara ekonomi, agama dan sosial.

3 . Tanda mengasihi Tuhan
Dalam Matius 25: 31-46 menceritakan bagaimana Yesus sebagai hakim akan meminta
pertanggungjawaban dari semua orang. Yang dipertanggung jawabkan bukan sejauh
mana kemurnian ajaran, pelaksanaan ritual atau jumlah orang yang telah ditobatkan,
tetapi yang harus dipertanggungjawabkan adalah apa yang telah dilakukan terhadap
sesama yang miskin atau perbuatan kongkrit terhadap salah satu saudara yang
paling hina yakni yang lapar, yang haus, yang asing, yang telanjang, yang sakit
dan yang dipenjara.

Dengan tegas dikatakan Yesus: "ketika aku lapar, kamu memberi aku makan,
ketika aku haus, kamu memberi aku minum, ketika aku telanjang kamu memberi aku
pakaian........sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang
saudaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukan untuk Aku"
(Matius
25:31-46) dengan tegas dikatakan bahwa menolong orang yang paling hina berarti
melayani Tuhan, tetapi mengabaikan orang yang palingh hina berarti mengabaikan
Tuhan dan tidak melayani Yesus, bukan pengikutnya.

 

KEDUDUKAN TIM KKPJ

1. Tim KKPJ ini dibawah tanggung jawab bidang
Oikmas Majelis Jemaat GKI Kavling Polri.
2. Tim KKPJ terdiri dari ketua, sekretaris dan bendahara serta orang anggota.

 

VISI DAN MISI

1. Visi

- Gereja yang berbuat bagi sesama umat manusia dalam arti
memanusiakan manusia sebagai gambar Allah.
- Menjadi gereja yang peduli bagi sesama dan masyarakat Indonesia pada umumnya

2. Misi

- Melalui Pokja Peduli membagikan kasih Kristus kepada anggota
jemaat, simpatisan, sesama yang membutuhkan bantuan karena krisis multidimensi
yang mengakibatkan tidak tercapainya standard hidup layak, terputusnya pendidikan
dan terjadinya dekadensi moral secara keseluruhan.

- Melalui Pokja Peduli menjadikan jemaat sebagai umat Tuhan yang peka terhadap
kebutuhan dan panggilan pelayanan kemasyarakatan dengan memberikan perhatian,
doa dan dana bagi terciptanya perbaikan keadaan mereka.

 

BENTUK BANTUAN

1. Berupa dukungan dana kepada anggota jemaat/simpatisan dan
orang lain yang membutuhkan pertolongan dan pembinaannya. Dalam bentuk beasiswa,
dana bantuan, dana pengobatan, dan dana kebutuhan mendadak/ musibah.

2. Berupa pinjaman dana untuk dana simpan pinjam serta pembinaannya. (koperasi)
 

TATA CARA PEMBERIAN BANTUAN

1. Bea siswa
2. Koperasi
3. Bantuan-bantuan lain.
 

PELAYANAN POKJA PEDULI ADALAH: (3P)

1. Peduli Pendidikan
Peduli pendidikan adalah pelayanan dalam bentuk bea-siswa terhadap anak-anak
Sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Pemberiaan bea siswa ini lebih mengacu
pada diakonia reformatif yaitu memberdayakan sesama agar memiliki pengetahuan
yang lebih baik. Pelayanan ini diberikan kepada sesama diluar gereja GKI Kavling
Polri.
2. Peduli Jemaat
Peduli jemaat adalah pelayanan kepada anggota jemaat yang mengalami pergumulan
baik masalah pendidikan anak-anak, perumahan, maupun musibah yang dialami seperti
sakit, kebakaran atau keperluan yang mendesak dan sangat penting sekali.
3. Peduli Masyarakat
Peduli masyarakat adalah pelayanan dalam bentuk kerjasama dengan lembaga-lembaga
pelayanan lain atau dengan gereja-gereja di Indonesia. Bentuk kerjasamanya adalah
pemberdayaan ekonomi lemah, dipedesaan maupun diperkotaan. Juga membentuk pelayanan
pekabaran Injil di daerah-daerah pedalaman.

PENGURUS POKJA PEDULI
GKI KAVLING POLRI

MASA PELAYANAN : APRIL 2015 - MARET 2017

Ketua : Julianti Tjahja

Wakil Ketua : Mustika Sinaga

Sekretaris : Hermien Widjajanti
Yenny Gultom

Bendahara I : Herbert C. Tjahja

Seksi Humas : Warih Desantoro
Rina Kusuma

Seksi Dokumentasi : Warih Desantoro
Tommy Pangaribuan

Seksi Konsumsi : Komariah
Adeline Sri Utari

Seksi Perlengkapan : Yunus Genakama
Martha Ida Simbolon