JADILAH PEMBAWA DAMAI

JADILAH PEMBAWA DAMAI
YOHANES 14:15-31

IronMan, Superman, Batman, SpiderMan, Flash, Kamen Rider, Ultraman, Power Ranger, Satria Garuda Bima X, Volt, dan masih banyak yang lainnya. Siapakah mereka? Pahlawan super. Apa tugas mereka? Membawa dan menjaga kedamaian di bumi. Waktu masih kecil, atau mungkin sampai sekarang, ada di antara kita yang ingin menjadi seperti mereka. Kita ingin memiliki kekuatan super seperti mereka dan melindungi bumi dari ancaman monster yang akan mengacaukan kedamaian di bumi.

BERSAMA KITA BISA

BERSAMA KITA BISA
2 KORINTUS 8:1-15; MATIUS 1:18-25

Be japy e.V. adalah Proyek kemanusiaan yang dilakukan oleh tiga pelajar asal Jerman. Mereka melakukan berbagai gerakan kemanusiaan salah satunya yang pernah mereka adalah membantu seorang pria tuna wisma. Tindakan tersebut mereka unggah di channel youtube mereka.

AKU BUTUH KAMU

AKU BUTUH KAMU
2 KORINTUS 7:5-16; LUKAS 1:39-45

Kita mungkin bisa hidup di dunia sendiri, tetapi kita tidak bisa menikmati dunia yang semakin hari semakin baik jika hanya hidup sendiri.
Mungkin ada yang tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Kita merasa bahwa kita bisa menikmati hidup walaupun sendiri. Mungkin ada juga yang dengan yakin mengatakan bahwa dirinya selama ini dapat menikmati hidup walau sendiri, tidak butuh orang lain.
Mari coba kita memikirkan pertanyaan ini?

AKU DI TEMPAT PALING BELAKANG

AKU DI TEMPAT PALING BELAKANG
FILIPI 2:1-7; MATIUS 8:20

Di zaman serba egois sekarang ini, apakah masih ada manusia yang rela menolong sesamanya? Masih, sangat banyak, tapi...
Ada dua tipe manusia saat menolong orang lain. Tipe pertama adalah orang yang menolong orang lain karena kepentingan dirinya sendiri. Tipe kedua adalah orang yang menolong orang lain karena kepentingan orang lain.

AKU, DIRIMU, DIRI-NYA

AKU, DIRIMU, DIRI-NYA
FILIPI 1:3-11; YOHANES 1:14

“Bernyanyi dan menarilah bersama, dalam segala sukacita. Hanya, biarkan masing-masing menghayati kesendiriannya. Seperti dawai kecapi, masing-masing mempunyai hidup sendiri walau lagu yang sama sedang menggetarkannya” (Khahlil Gibran).