IMAN, OBAT ANTI TAWAR HATI

IMAN, OBAT ANTI TAWAR HATI
1 SAMUEL 8:4-20; MAZMUR 138; 2 KORINTUS 4:13-5:1; MARKUS 3:12-20

Tawar hati? Siapakah yang dapat mencegahnya untuk datang sekali atau mungkin berulang kali.

Wahai engkau yang kuat tubuh! Mampukah engkau mencegah tawar hati, membuatmu terjatuh?

Wahai engkau yang kuat uang! Mampukah engkau mencegah tawar hati, membuatmu merasa terbuang?

Wahai engkau yang kuat otak! Mampukah engkau mencegah tawar hati, membuat hubungan indahmu retak?

Wahai engkau yang merasa kuat segala-galanya! Mampukah engkau mencegah tawar hati, membuat hidupmu tidak berguna?

KARYA TRINITAS YANG MEMBARUI: DARI ATAS KE DALAM

KARYA TRINITAS YANG MEMBARUI: DARI ATAS KE DALAM
YESAYA 6:1-8; MAZMUR 29; ROMA 8:12-17; YOHANES 3:1-17

“Pembaruan hidup dimulai dari diri kita sendiri.”

Kita mungkin sering mendengar kalimat tersebut. Sekilas kalimat tersebut tampak benar. Tapi jika salah memahaminya, maka salah jugalah maknanya.

Seringkali kalimat tersebut membawa kita pada kesimpulan bahwa kita berubah karena kemauan dan kemampuan kita sendiri. Bahkan sampai ada yang mengatakan, “Tidak ada yang dapat mengubah diri kita, selain diri kita sendiri.”

Benarkah seperti itu?

KARYA ROH KUDUS BAGI DUNIA

KARYA ROH KUDUS BAGI DUNIA
KISAH PARA RASUL 2:1-21; MAZMUR 104:24-35; ROMA 8:22-27;
YOHANES 15:26-27, 16:4B-15

DIKUDUSKAN DALAM KEBENARAN FIRMAN

DIKUDUSKAN DALAM KEBENARAN FIRMAN
KISAH PARA RASUL 1:15-17, 21-26; MAZMUR 1; 1 YOHANES 5:9-13; YOHANES 17:6-19

Pernahkah kita menonton film-film silat zaman dahulu? Jika pernah, maka ada hal unik yang biasanya terjadi di dalam film tersebut. Sang jagoan, biasanya berguru kepada seseorang yang hebat. Dia akan mempelajari semua ilmu gurunya di suatu tempat. Di mana itu? Di gunung. Itulah kenapa ada istilah ‘turun gunung.’ Setiap jagoan yang telah berhasil mempelajari semua ilmu yang diajarkan oleh gurunya, dia akan turun gunung untuk mengamalkan ilmunya bagi kepentingan orang banyak.

KEKUATAN KASIH SEBAGAI PARA SAHABAT ALLAH

KEKUATAN KASIH SEBAGAI PARA SAHABAT ALLAH
KISAH PARA RASUL 10:44-48; MAZMUR 98;
1 YOHANES 5:1-6; YOHANES 15:9-17

Bagaimana kita mengenal diri seseorang? Dengan membaca tingkah lakunya? Dengan bertanya kepada orang-orang sekitar? Dengan mempelajari ilmu membaca karakter seseorang (banyak buku yang mengajarkan mengenai hal ini)?
Mungkin hal-hal di atas pernah kita lakukan untuk mengenal diri seseorang. Tapi pernahkah kita melakukan hal yang dikatakan oleh pepatah berikut ini?