MENGENDALIKAN LIDAH MEMBANGUN KEHIDUPAN

MENGENDALIKAN LIDAH MEMBANGUN KEHIDUPAN

Dunia hancur bukan karena nuklir tapi karena provokasi negatif yang dilakukan oleh lidah. Dunia tidak nyaman untuk ditinggali bukan karena pemanasan global tapi karena lidah suka memanas-manasi orang lain melalui perkataan. Dunia tidak bisa berkembang maju bukan karena sedikitnya orang pintar tetapi karena banyaknya orang yang suka membodoh-bodohi orang lain dengan lidahnya.

Kita sulit berteman bukan karena kita anti sosial tetapi karena kita tidak mau mengendalikan lidah. Kita tidak memiliki teman baik bukan karena semua teman kita jahat tetapi karena lidah kita yang jahat. Teman kita ragu jika ingin meminta pendapat kepada kita bukan karena mereka meragukan kecerdasan kita tetapi karena mereka ragu lidah kita bisa menjaga rahasia.

Lihatlah, ternyata lidah yang kecil itu bisa mengubah banyak hal. Lidah yang kecil itu bisa melakukan perkara-perkara besar. Lidah yang kecil itu bisa memberikan sumbangsih yang begitu besar lebih daripada alat-alat teknologi yang canggih. Namun sayang banyak yang tidak menyadari kemampuan lidah tersebut.

Kita menganggap bahwa lidah kita adalah milik kita maka kita bebas menggunakannya sesuka kita. Padahal lidah kita walaupun dia adalah milik kita tetapi dia berperan besar bagi dunia di sekitarnya. Tidak hanya di sekitar, bahkan kata-kata yang keluar dari lidah kita akan berefek sampai ke tempat yang tidak pernah kita bayangkan. Itulah mengapa banyak orang termotivasi oleh kata-kata motivasi dari seorang motivator atau terprovokasi oleh kata-kata provokator.

Jika kita ingin memiliki dunia yang lebih baik maka kendalikanlah lidah. Jika kita ingin memiliki dunia yang nyaman untuk ditinggali maka buatlah orang lain nyaman dengan perkataan kita. Jika kita ingin membuat dunia berkembang ke arah yang lebih baik maka gunakanlah lidah untuk mengeluarkan kata-kata yang membangun.

Nuryanto Gracia