HIDUP BERGAIRAH DALAM SUKACITA DAN KEGEMBIRAAN TUHAN

HIDUP BERGAIRAH DALAM SUKACITA DAN KEGEMBIRAAN TUHAN
KIDUNG AGUNG 2:8-13; MAZMUR 45:2-10; YAKOBUS 1:17-27; MARKUS 7:1-23

Percakapan 1
“Saya sudah tidak sanggup lagi melanjutkan kuliah di sini.”
“Sayang banget, padahal satu tahun lagi kamu lulus. Bertahanlah!”
“Passion ku bukan di sini.”

Percakapan 2
“Kamu kok masih kuat sih kerja di sini? Gajinya kan kecil, padahal tuntutannya besar.”
“Tidak apa, saya senang bekerja di sini, sesuai dengan passion saya.”

Dua percakapan di atas mungkin pernah kita temui, entah itu teman kita atau mungkin diri kita sendiri yang mengalaminya. Percakapan 1 menunjukkan seorang mahasiswa yang menyerah karena sudah tidak ada lagi gairah (passion) di jurusan kulian yang dia tempuh selama ini. Padahal tinggal satu tahun lagi dia lulus, tapi karena sudah tidak ada gairah maka tidak ada lagi semangat untuk melanjutkannya. Percakapan 2 menunjukkan seorang karyawan yang tetap bertahan di tempat pekerjaannya walaupun gajinya tidak seberapa, karena pekerjaan tersebut sesuai dengan passionnya.
Gairah mampu membuat kita bertahan di tengah masalah sesulit apapun. Kehilangan gairah membuat kita kehilangan semangat untuk melakukan apapun di dalam hidup. Hari ini kita akan belajar, bagaimana hidup bergairah di dalam sukacita dan kegembiraan Tuhan. Selamat belajar dan beribadah.

Nuryanto Gracia