HIDUP BERGAIRAH DALAM SUKACITA DAN KEGEMBIRAAN TUHAN

HIDUP BERGAIRAH DALAM SUKACITA DAN KEGEMBIRAAN TUHAN
KIDUNG AGUNG 2:8-13; MAZMUR 45:2-10; YAKOBUS 1:17-27; MARKUS 7:1-23

Percakapan 1
“Saya sudah tidak sanggup lagi melanjutkan kuliah di sini.”
“Sayang banget, padahal satu tahun lagi kamu lulus. Bertahanlah!”
“Passion ku bukan di sini.”

Percakapan 2
“Kamu kok masih kuat sih kerja di sini? Gajinya kan kecil, padahal tuntutannya besar.”
“Tidak apa, saya senang bekerja di sini, sesuai dengan passion saya.”

MERAYAKAN RUMAH ALLAH, MERAYAKAN KEHIDUPAN BERSAMA

MERAYAKAN RUMAH ALLAH, MERAYAKAN KEHIDUPAN BERSAMA
1 RAJA-RAJA 8:22-30, 41-43; MAZMUR 84; EFESUS 6:10-20; YOHANES 6:56-69

4 peralihan pemikiran dalam memaknai keberadaan Allah:
1. Allah (hanya) berada di tempat-tempat yang tinggi, misalkan saja gunung. Sehingga dalam Perjanjian Lama kita menemui frasa Gunung Allah. Musa bertemu Allah di gunung. Karena konteks saat itu, gunung adalah tempat sakral dan tempat dewa-dewi tinggal.

HIDUPLAH SEBAGAI ORANG ARIF

HIDUPLAH SEBAGAI ORANG ARIF
1 RAJA-RAJA 2:10-12, 3:3-14

“Rebung milikku diambil oleh seorang prajurit, padahal rebung itu satu-satunya makanan yang bisa aku makan bersama anak dan cucuku,” cerita seorang kakek kepada bocah kecil berkepala botak.

“Kenapa prajurit itu mengambil rebungmu, Kek? Jahat sekali dia,” bocah botak itu kesal tapi tetap tenang. Dia tidak mau terpancing emosi.

JADILAH PENURUT-PENURUT ALLAH

JADILAH PENURUT-PENURUT ALLAH
2 SAMUEL 18:5-15, 31-33; MAZMUR 130; EFESUS 4:25-5:2; YOHANES 6:35, 41-51

Kebanyakan umat beragama saat ini bukanlah para penurut Allah melainkan para penuntut Allah. Menuntut Allah membalas kebaikan yang telah mereka lakukan. Menuntut Tuhan apabila Tuhan mendatangkan keburukan padahal mereka telah setia kepada-Nya selama ini. Menuntut Tuhan memberikan sorga hanya untuk kaum mereka, dan tidak untuk yang lain. Menuntut Tuhan untuk menghukum atau mengutuk mereka yang telah menyakiti kita. Dan begitu banyak tuntutan yang kita sampaikan kepada Tuhan.

KASIH ALLAH MELAMPAUI YANG DIDOAKAN DAN DIPIKIRKAN

KASIH ALLAH MELAMPAUI YANG DIDOAKAN DAN DIPIKIRKAN

Apakah para tokoh di dalam Alkitab telah mampu menangkap makna sesungguh-Nya dari kasih Allah? Jika kita membaca Alkitab dengan teliti maka kita akan mendapatkan bahwa para tokoh itu tidak mampu memahami Allah secara utuh.

Musa mengatakan bahwa dia tidak pandai bicara dan seharusnya bukan dia yang Tuhan pilih, namun ternyata Tuhan memilih dia (Keluaran 4:10).

Yunus tidak mau ke Niniwe karena Niniwe tidak berhak diselamatkan, tapi Tuhan justru meminta Yunus ke sana (Kitab Yunus).